Ultimate magazine theme for WordPress.

Kopra Anjlok, Disperin Beri Solusi Untuk Petani Kelapa

0 95

 

Kadis Perindustrian bersama Asisten II dan anggota DPRD Minut

Minut, Manado Net – Anjloknya harga kopra membuat mayoritas petani kelapa di bumi nyiur melambai ini menjerit karena biaya produksi Kopra jika dihitung sudah tidak sebanding dengan hasil yang didapat.
Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Perindustrian menggelar pelatihan pembuatan arang tampurung yang merupakan hasil turunan dari pengolahan kelapa, di Desa Winuri Kecamatan Likupang Timur pada Selasa, 10 Juli 2018.
“Di Kabupaten Minahasa Utara sendiri menurut data dari Dinas Pertanian Minut bahwa terdapat kurang lebih 46.000 Hektar lahan yang ditanami Kelapa. Walauoun harga dari komoditi Koora turun, namun banyak produk turunan yang bisa dimaksimalkan untuk masyarakat. Salah satunya adalah dengan mengolah arang tempurung yang jika dilakukan dengan benar, malah hasilnya bisa melebihi pendapatan dalam mengolah Kopra” ungkap asisten II bidang pembangunan Drs Allan Mingkid, yang mewakili Bupati Minahasa Utara.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian Minut Royke Kodoati, pelatihan ini digelar atas aspirasi dari anggota DPRD Minut Denny Sompie yang juga merupakan seorang tokoh masyarakat di Desa Winuri.
“Dalam hubungan antara Pemerintah Kabupaten bersama anggota DPRD, kami menyatukan visi menggelar kegiatan pelatihan ini dalam rangka memberikan solusi bagi para petani kelapa sehingga dari sinergitas ini bisa tercipta manfaat yang maksimal bagi masyarakat” ucap Kodoati.
Senada diungkapkan oleh Denny Sompie yang merupakan suami dari Hukum Tua Desa Winuri Shinta Kasso bahwa dirinya sebagai wakil rakyat akan terus mengawal aspirasi dan suara masyarakat sehingga pelatihan ini bisa membawa perubahan bagi para petani Kelapa, khususnya di tanah Tonsea ini.
“Dari informasi yang diberikan oleh Dinas Perindustrian bahwa selain pembuatan arang tempurung, polusi yang tercipta bahkan bisa dimaksimalkan dengan cara mengolah asap dari pembakaran tempurung menjadi produk Asap Cair yang jika dijual harganya mencapai 300 – 400 ribu Rupiah per liternya. Akan kami perjuangkan dalam APBD Perubahan nanti sehingga bisa mendatangkan alat pengolah asap cair ini yang bernilai sekitar 40 Juta Rupiah sehingga diharapkan pengolahan asap cair di Desa Winuri nantinya akan menjadi Pile Project bagi petani Kelapa di Minahasa Utara” tandas Sompie.
(Red/yofian)

Leave A Reply

Your email address will not be published.