Ultimate magazine theme for WordPress.

Hukumtua Tandatangani Suket, Lahan Tol Jadi Bermasalah

0 26


Manadonet.com – Pelaksanaan proyek strategis nasional jalan tol pertama di Sulawesi Utara ternyata masih menyisakan hambatan dalam sengketa sengketa lahan yang bakat dilalui oleh megaproyek ini.
Contohnya yang ada Desa Suwaan kecamatan Kalawat. Pasalnya, karena kurangnya koordinasi dengan perangkat daerah membuat Hukum Tua menandatangani suket (surat keterangan) kepemilikan sebidang tanah dari keluarga besar Sambud pada 2017, membuat keluarga tersebut mengklaim sebidang tanah pada jalur tol di Suwaan, padahal sudah dibayarkan langsung oleh BPJN tahun 2012 kepada keluarga Sofie Tuegeh melalui ahli waris Cindy Wenas.

“Saat ini saya sudah menginformasikan kepada keluarga Sambud bahwa surat keterangan tersebut akan saya cabut. Hal ini terjadi karena perangkat Desa yang bertugas mengukur pada tahun 2012 lupa menginformasikan kepada saya bahwa tanah tersebut sudah diukur pada masa kepemimpinan Hukum Tua Sebelumnya” ujar Hukum tua Desa Suwaan S Pinontoan.

Hal ini membuat keluarga Sambud yang merasa berhak dan mempunyai dokumen lengkap mengklaim bahwa seharusnya pemerintah membayarkan ganti rugi tersebut kepada pihak keluarganya.
Dari pantauan media ini, di lokasi tersebut terdapat sejumlah aparat dari Polres Minut yang berjaga.

“Saat ini polres Minut turun ke lokasi sebagai bentuk pengamanan kepada proyek strategis nasional jalan tol, bukan sebagai penjagaan aset salah satu pemilik lahan. Beberapa waktu yang lalu kami menerima laporan dari pekerja PT Waskita bahwa ada sejumlah oknum yang datang membawa parang dan menghalang halangi alat untuk masuk ke areal pekerjaan” ungkap Kapolres Minut melalui Kasat Intel Iptu Boy Rawung.
(Fian)

Leave A Reply

Your email address will not be published.