Ultimate magazine theme for WordPress.

Festival Literasi Budaya Kei di Kelurahan Ketsoblak Sukses Digelar

0 3,510
Ketua Panitia Festival Literasi Budaya Kei, Andreas Rafra

Manadonet.com – Budaya sebagai salah satu identitas mendasar dari masyarakat rupanya tidak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Tual mengesampingkan hal ini, seiring dengan berkembangnya berbagai teknologi.

Dibawah kepemimpinan Bupati Adam Rahayaan dan Wakil Usman Tamnge, Pemkot Tual menggelar Festival Literasi Budaya Kei, yang menggandeng Pertamina Tual, dan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Human Initiative Jakarta, pada Sabtu 29 Desember 2018.

“Kami sangat mendukung dan menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini, karena akan berdampak positif bagi masyarakat kota Tual secara keseluruhan sebagai masyarakat adat”, ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Tual M Zeth Renhoat, saat menyampaikan sambutan Bupati.

Dilanjutkan oleh Renhoat bahwa hal ini digelar agar ditengah perubahan dunia yang begitu cepat, masyarakat membutuhkan literasi budaya dan kewargaan agar dapat mempertahankan identitasnya sebagai masyarakat Tual berbudaya Kei, dan dapat hidup bersama dalam keberagamaan.

“Festival ini merupakan bentuk upaya nyata dalam mengangkat, melestarikan, sekaligus mempromosikan potensi dan kearifan lokal, serta memperkenalkan dan menumbuhkan rasa cinta dan memiliki akan budaya Kei pada generasi muda Kota Tual. Kami mengapresiasi Kelurahan Ketsoblak beserta seluruh perangkat atas terselenggaranya kegiatan ini dan khusus kepada peserta festival literasi budaya Kei selamat berlomba dan berkreasi” ucapnya.

Hal senada diungkap oleh Ketua Panitia Andreas Rafra, yang juga merupakan Lurah Ketsoblak Kota Tual, bahwa Bertempat di kantor Kelurahan Ketsoblak kecamatan Dullah Selatan Kota Tual, Festival yang mengangkat budaya Kei ini merupakan gelaran perdana.

“Sengaja kami padukan literasi dalam bingkai budaya lewat konsep festival, yang di dalamnya meliputi beberapa kegiatan seperti lomba puisi dalam bahasa Kei, lomba vokal solois lagu-lagu Kei, talkshow kewirausahaan, serta launching tenun Kei. Tenun Kei yang ditampilkan, mengangkat simbol-simbol budaya Kei sebagai ikon tenun. Dengan demikian, ke depan tidak lagi ada opini bahwa hanya daerah-daerah tertentu saja yang diidentikkan dengan budaya tenunnya, namun Kota Tual kepulauan Kei juga dapat terekspos dengan budaya tenunnya yang khas. Untuk itu, Festival Literasi Budaya Kei diharapkan dapat menjadi kegiatan tahunan di Kota Tual serta dijadikan ikon untuk dipulikasikan dalam kegiatan nasional” tandas Rafra, yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Fakulas Hukum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Eksekutif Mahasiswwa (DEM) UKIT ini. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.