Ultimate magazine theme for WordPress.

JW : Manado Bakal Pusat Industri, Jasa dan Keuangan

0 96

Manadonet.com – Mungkin kita kurang memperhatikan “Cayman Islands”, suatu kepulauan terdiri dari 3 pulau kecil yaitu Cayman besar, Cayman Brac, Cayman kecil. Luasnya hanya sekitar 264 km2, dengan penduduk sekitar 60,000 jiwa, dengan ibu kotanya George Town.

Sebagai teritori Kerajaan Inggris Raya, letaknya di Laut Karabia bagian barat, berdekatan dengan negara Kuba, Honduras Utara, Jamaika.  Kepulauan ini kira-kira ada kemiripan kalau kita melihat Kabupaten Sitaro, terdiri dari 3 pulau sebut saja “Sitaro Islands” ( Siau, Tagulandang, and Biaro) luasnya hampir sama, sekira 275 km persegi. Dengan jumlah penduduk sekira 75 ribu jiwa.

Cayman Islands, Sitaro Islands, sekilas data di atas antara kedua kepulauan ini hampir sama. Tapi kalau kita amati lebih cermat lagi dan bertanya mana yang lebih terkenal di dunia, lebih maju, dan rakyatnya lebih makmur? Jawabannya Cayman Islands sangat jauh lebih maju, makmur dan sejahtera.

Sekalipun dibandingkan dengan Provinsi Sulawesi Utara yang luasnya sekira 60 kali lebih besar. Yaitu 13.851 km persegi. Bahkan dibandingkan dengan negara Indonesia sekalipun, Cayman Island jauh lebih maju dan sejahterah. Lihat saja income per kapita Cayman Islands, ukuran tingkat kesejahteraan penduduknya.

Pendapatan per kapita Cayman Islands sekira USD 58.000 sedangkan Indonesia yang luasnya 1.904.569 km persegi, dan memiliki lebih dari 13.700 pulau dan penduduk 260 juta jiwa, dengan kekayaan alam yang luar biasa nilainya, memiliki pendapatan per kapita hanya sekira USD 4.000. Di mana Sitaro Islands sudah termasuk didalam income per kapita tersebut.

Kenapa? Karena Cayman Island, teritori di bawah pemerintahan Inggris Raya (UK)  meletakkan kebijakan ekonominya secara otonomi terbatas, yaitu pada Industri jasa keuangan, perbankan internasional. Sir Vassel Johnson, adalah pemimpin awal di Cayman Island  yang mempunyai ide besar, yaitu Cayman Island harus dirubah secara fundamental, melebihi dari pulau, kepulauan yang ada di belahan bumi ini secara alamiah dan merubahanya dengan memberikan value tinggi berupa menjadikan Kota George Town, Cayman Islands menjadi pusat industri jasa keuangan  dan perbankan internasional.

Apakah mungkin menjadikan George Town, Cayman Islands, kepulaun kecil seperti Sitaro Islands di Sulawesi Utara akan menjadi pusat industri jasa keuangan, perbankan dunia? Tidak masuk akal apalagi harus meyakinkan Ratu Inggris sebagai atasannya yang sarat dengan prosedur dan tata krama kerajaan. Gubernur sebagai pimpinan ditunjuk oleh Ratu Inggris. Sir Vassel Johnson, sebagai pemimpin di Cayman Island meyakinkan ide besarnya itu kepada atasannya dan jadilah Cayman Islands pusat industri jasa keuangan, perbankan internasional yang sangat terkenal di dunia hingga saat ini.

Kepulauan yang dikenal dengan Tax Haven,  pajak corporasi, personal, pajak  keuntungan dibebaskan, dan berbagai aset, real estate siapapun pemiliknya yang ditempatkan atau berada di Cayman Islands, tidak dikenakan pajak. Tidak ada pajak langsung yang ditetapkan kepada setiap penduduk maupun perusahan-perusahaan yang ada.

Pendapatan pemerintah hanya berasal dari pajak tidak langsung seperti impor barang, produk sekira 22-25 persen, turis, akomodasi, airport tax, fee perusahaan di dunia yang membuka kantornya di Cayman Islands. Tanpa ide besar dari berbagai jasa dan insentif yang ditawarkan ini maka Caymand Island hanyalah kepulauan biasa seperti lainnya yang tidak berarti apa-apa tanpa memberikan nilai (value) di atasnya.

Efek positif dari ide besar ini, di kota George Town, ibu kota Cayman Islands memiliki 158 bank, tersebar di wilayah perkotaan, termasuk 11 bank yang hanya melayani kegiatan perbankan lokal, yang jumlah penduduknya hanya sekira 30 ribu jiwa. Dari 50 bank-bank terbesar di dunia, ada sekira 40 bank berada di kota ini termasuk 80 perusahan jasa akuntan dunia, jasa hukum internasional seperti Maples & Calder, perusahan-perusahaan konsultan keuangan.

Kota George Town, Cayman Islands adalah pusat industri keuangan internasional terbesar ke-5 di dunia, di mana Bank BUMN, Bank BRI dan Bank Mandiri juga ikut tertarik membuka  kantor cabang di Cayman Islands. Melihat kemajuan industri jasa keuangan dari pada Cayman Islands, maka kini saatnya di era teknologi digital-internet, Kota Manado, Sulawesi Utara mengadakan perubahan besar platform kebijakan pengembangan ekonominya di mana menjadikan Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara sebagai pusat kota “Industri Jasa Keuangan, dan Perdagangan dunia”.

Sulut memiliki modal infrastruktur awal yang sudah ada secara alami (endowment) seperti pelabuhan Bitung, Manado, Likupang, Kema, Amurang, Bolmong, Sitaro, Sangihe dan Talaud yang tidak dimiliki oleh Caymand Islands. Belum lagi, keindahan laut di Bunaken, lembeh, Nusa Utar dan lainnya. Dijaman kolonialisme Portugis, Spanyol dan Belanda terakhir bertengger di Indonesia sekira 350-400 tahun, dan khususnya Sulawesi Utara, karena perdagangan rempah-rempahnya (spices), pala, merica, cengkih, dan kelapa dan lainnya. Apakah komoditi2 ini masih menjadi andalan utama kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara?

Sebenarnya Sulut memiliki kekayaan alam yang berlimpah, memiliki ikan tuna terbesar di dunia di perairan utara, memiliki berbagai hasil tambang, seperti emas, biji besi, dan lahan pertanian yang subur. Letak geografis Kota Manado sangat strategis di bibir Pacific Ocean, di mana pusat perdagangan dunia telah bergeser dari Samudra Alantic (Eropa, Amerika), ke Samudra Pacific Asia Timur, Cina, Jepang) di mana Kota Manado terletak di lingkaran wilayah Samudra Pasifik. (Dr Sam Ratulangi, menulis dalam bukunya berjudul Indonesia de in Pacific, tahun 1937, menjelaskan perdagangan dunia akan begeser melewati Samudra Pasifik, dan terbukti).

Manado juga dilewati oleh dua jalur (ALKI) pelayaran Internasional yang dapat dimanfaatkan sebagai pelabuhan singgah untuk berbagai kapal dagang, dan juga perbaikan kapal internasional (dok). Kemajuan Singapura, memanfaatkan industri jasa keuangan dan perdagangan (tidak memiliki sumber daya alam) dan selat malaka, alur pelayaran internasional. Demikian juga Hongkong, dan lebih menakjubkan lagi pulau kecil atau Cayman Island.

Dengan perkembangan dunia teknologi informasi dan digital-internet saat ini, sudah tidak membedakan lagi antara jarak (distance), ruang (space) dan waktu (time). Yang tadinya hanya berfikir semua aktifitas secara konvensional dilakukan di atas daratan, lautan, udara sudah bertambah dengan jasa elektronik, internet untuk berbagai kegiatan usaha, perdagangan dan jasa. Dengan dimediasi seperangkat HP Android, Apple, Laptop, Komputer atau Ipad, maka terjadilah transaksi perdagagan barang dan jasa (E-Commerce, E-Financial dan lainnya), transaksi usaha  di dunia maya (Cyber Business). Kalau ingin membeli barang apa saja, dengan mudah kita memesan melalui website atau akun yang menyediakan fasilitas yang kita perlukan dengan akses internet/wi-fi dan memesannya. Kurang jelas, perlu informasi apa saja, dengan mudah kita akses ke Google search atau lainnya, informasi yang kita perlukan lagsung didapatkan.

Sudah saatnya Manado memanfaatkan bisnis dunia maya ini (Virtual Business) untuk menjual kelebihan, kekuatan yang dimiliki melalui jasa tehnologi informasi-digital-internet. Dengan adanya pasar elektronik “komoditi berjangka” (commodity futures trading), seseorang bisa berusaha, berdagang berbagai komoditi misalnya kelapa, kopra, cengkih, kelapa sawit, karet, coklat, kopi, gula, gandum, kedelai, minyak, emas, batubara, alumunium dan lainnya. Walaupun komoditi yang akan diperdagangkan tidak diproduksi di Sulawesi Utara. Inilah manfaat e-futures tersebut (sell-buy) bagi setiap individu, walaupun tidak memiliki sertifikat tanah, atau kebun, perkebunan, tambang, perikanan dll tapi tetap bisa berbisnis berbagai produk, komoditi yang diperjual belikan secara global didunia maya ini (e-futures).

Kota Jasa Keuangan Dan Perdagangan

Manado bisa memanfaatkan kesempatan ini melalui pendirian Institusi Perdagangan komoditi berjangka daerah (di Jakarta sudah ada). Membangun infrastruktur jasa keuangan, dan perdagangan, (kawasan bisnis area), seperti Manado Trade Center (World Trade Center Jakarta, London, New York, Singapore dan lainnya), Manado Stock Exchange (seperti Jakarta Stock Exchange, Surabaya Stock Exchange), fasilitas untuk perdagangan jual dan beli saham perusahan yang sudah go public atau listed di bursa, ciptakan insentif bagi perusahaan-perusahaan global agar tertarik membuka kantornya di Manado, perkuat modal Bank Sulutgo sebagai bank daerah, bangun BUMD yang  menunjang industri jasa keuangan, perbankan dan perdagangan, serta manfaatkan secara maksimal UU No 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah, dan perkuat SDM bidang jasa keuangan, perbankan dan perdagangan, melalui pembangunan pusat pendidikan praktis (skill certified).

Perluasan wilayah Kota Manado kedepan akan menyatu menjadi suatu Kawasan Megapolitan (seperti Jabotabek) meliputi Bitung, Minut, Manado, Tomohon, dan Tondano (lingkaran BM2T2) kereta api dibangun meliuk-liuk dikawasan ini dengan berbagai kereta gantung menghiasi perbukitan di sekitar Tomohon, Tinoor, Warembungan dan Manado, seperti di pegunungan Alpen, Swiss, Austria, Eropa dan Colorado, US, Canada dan lainnya.

Objek pariwisata dipersolek dan dilengkapi dengan fasilitas standar internasional, pantai sebagai objek wisata dirapihkan dengan dilengkapi dengan fasilitas komunikasi global dan akomodasi yang bertaraf internasional. Semua fasilitas yang dimiliki Manado, Sulawesi Utara bagaikan magnet bagi para turis lokal maupun mancanegara maupun para investor dunia untuk berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara, dan menempatkan usahanya di Manado, seperti perjalanan Cayman Islands. Mimpi Manado 25 hingga 50 tahun akan jadi kenyataan. Manado menjadi pusat bisnis jasa keuangan, perdagangan dan parawisata dunia

Sudah saatnya membangun daerah sendiri, Manado, Sulawesi Utara. Pepatah katakan, kuman di seberang lautan tampak tapi justru gajah di pelupuk mata tidak tampak. Nah, gajah yang di pelupuk mata yang harus dilihat sekarang. Kesempatan (opportunity) untuk mengadakan perubahan besar telah tiba, waktu yang tepat (momentum) adalah saat ini (action), di era teknologi informasi digital-internet, fokuskan arah panah (ide, capability dan ability) ke satu sasaran perubahan besar,  fundamental bisnis ekonomi Manado, Sulawesi Utara yaitu pusat industri jasa keuangan dan perdagangan. Seperti Caymand Island, Singapore, Hongkong dan lainnya.

Manado menjadi pusat industri jasa keuangan dan perdagangan bukan suatu hal yang asing, aneh dan tidak masuk akal. Tapi sudah waktunya sekarang di zaman now, mengembalikan perjuangan founding father keuangan Indonesia, asal Minahasa, Sulawesi Utara yaitu Menteri Keuangan di Indonesia, AA. Maramis di era tahun 1945. Yang menanda tangani uang pertama di Indonesia dan juga saat ini diabadikan di pecahan uang kertas dua puluh ribu rupiah. Saatnya tiba Manado, menjadi pusat jasa keuangan, dan perdagangan di Indonesia Timur, tempat asal Menteri Keuangan RI, AA Maramis.

Sejarah di Indonesia membuktikan bahwa bukan sedikit putra-putri terbaik Minahasa, Sulawesi Utara turut berperan mendirikan NKRI, berperan dan berjuang di tingkat nasional melalui berbagai perjuangan mereka di bidang keahliannya. Mereka para senior kita berhasil, dan tercatat dalam sejarah nasional, misalnya Maria W Maramis (pahlawan nasional, pelopor hak asasi wanita), LN Palar (pahlawan nasional, duta besar PBB), Dr Sam Ratulangi (pahlawan nasional, tokoh pendidikan), PM Tangkilisan (anggota delegasi RI sebagai LO pada perjajian Linggarjati dan Renville, anggota konstituante), Arie F Lasut (pahlawan nasional, pendiri Jawatan Pertambangan dan Geologi), John Lie (pahlawan nasional), Robert Wolter Monginsidi (pahlawan nasional), Herling Laoh (Menteri Pekerjaan Umum 1947-1950), Arnoldus IZ Mononutu (Menteri Penerangan 1949-1950), Frits Laoh (Menteri Perhubungan 1955-1956), FJ Inkiriwang (Menteri Perindustrian 1957-1959), Gustaf A Maengkom (Menteri Kehakiman 1957-1959), Alexander A Maramis (Menteri Keuangan Pertama Indonesia), Wilhelm J Rumambi (Menteri Muda Penghubung MPR/DPR 1950-1962), Frans F Umbas (Menteri Muda Perekonomian 1956-1957), Annie A Manopo (wanita Indonesia pertama menjadi sarjana hukum), Marie Thomas (dokter wanita dan dokter kandungan pertama di Indonesia), Johanna Tumbuan Masdani (perintis kemerdekaan Indonesia), Daan Mogot (pahlawan nasional, Kepala Akademi Militer Tangerang pertama), Pierre A Tendean (pahlawan revolusi Indonesia), Henk Ngantung (Gubernur DKI Jakarta) dan masih banyak lagi.

Dengan melihat kemampuan SDM dari para founding father asal Manado, Minahasa, Sulawesi Utara, dapat menjadikan pemicu semangat yang positip bahwa anak cucunya, keturunan Toar Lumimuut bisa meneruskan cita-cita perjuangan para seniornya untuk membangun daerah sendiri, kampung halamannya, yaitu  Manado, Sulawesi Utara menjadi pusat jasa keuangan dan perdagangan Internasional. Perubahan besar ini memerlukan pendanaan yang besar, para investor, dan pemimpin yang inspiratif, visioner yang mempunyai ide besar perubahan, terobosan seperti Sir Vassel Johnson, yang merubah kota George Town, Cayman Islands, menjadi kepulauan yang tadinya tidak dikenal, kecil, dan tiba-tiba menjadi terkenal di dunia dengan jasa keuangannya, bebas pajak dan rakyatnya makmur.

Manado, Sulawesi Utara baik letak geografis, kekayaan lautnya, sumber daya alam, pertambangan, tanah yang subur untuk pertanian dan yang sangat kaya, jauh melebihi Caymand Island sebelum diadakan perubahan oleh Sir Vassel Johnson. Kemampuan management yang profesional, berani, inovatif dan visioner, dengan penuh wisdom akan menjawab semua kebutuhan, permasalahan dan solusinya, there is a will there is a way. Manado kedepan akan berubah wajah, kesibukan dan kemajuannya.

Di zaman now, berterima kasih, para akhli telah menciptakan suatu perkembangan teknologi dunia maya, digital internet termasuk satelit sebagai alat komunikasi terkini. Dunia tempat kita tinggal, berpijak tidak lagi ada pembatas, jarak, ruang dan waktu antara Manado dengan New York, London, Paris, Tokyo dan kota dimana saja dibelahan dunia ini.Teknologi informasi virtual ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan bisnis, dll usaha yang dapat menjangkau sekitar 7 miliar penduduk dunia. Dengan alat komunikasi seperti telpon genggam Android, Apple, Laptop, Komputer, Ipad komunikasi dengan sanak famili, keluarga, teman seprofesi, dan dengan pihak manapun dapat dilakukan dengan mudah, termasuk berbisnis.

Budaya masyarakat Minahasa, Manado, Sulawesi Utara sangat mendukung perubahan konsep ekonomi daerah yang memanfaatkan tehnologi informasi digital-internet dan dengan semangat mapalus, seluruh stakeholder yang ada dan bersatu untuk satu tujuan yang sama untuk menjadikan kota Manado menjadi pusat industri jasa keuangan, perbankan dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur. Semoga. (Jeffry Wurangian)

Leave A Reply

Your email address will not be published.