Kisah Tempat Mulimbeong Jadi Nama Desa Beong di Kabupaten Sitaro Sulawesi Utara

oleh
Kapitalau (Kepala Desa) Beong Hervie Mandak. (ist)

ONDONG, Manadonet.com- Salah satu nama desa unik lainnya di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) adalah Desa Beong yang terletak di Kecamatan Siau Tengah. Lokasinya sangat strategis karena diapit oleh tiga desa yaitu Desa Salili, Desa Lai, dan Desa Dompase. Karena itu Desa Beong menjadi pusat pemerintahan Kecamatan Siau Tengah. Selain itu, terletak di tengah antara Kota Ulu sebagai pusat perekonomian warga dan Kota Ondong Ibu Kota Kabupaten Sitaro.

Kapitalau (Kepala Desa) Beong Hervie Mandak, menjelaskan, asal-usul nama Desa Beong diambil dari bahasa daerah Mulimbeong yang artinya beristirahat. “Karena dahulu kendaraan bermotor masih jarang dimiliki warga atau sebagai alat transportasi. Sehingga warga saat itu ketika ingin ke tempat lain harus menempuh jalan kaki. Apabila warga baik dari Kota Ulu menuju ke Kota Ondong atau sebaliknya selalu beristirahat sejenak dengan ungkapan Mulimbeong. Lama-kelamaan dinamakan Beong,” terang Hervie, Selasa (30/11/2021).

Dia menuturkan, sebelumnya Desa Beong masih digabung dengan Desa Salili dengan nama Kampung Kalumpang yang kala itu dipimpin oleh Kapten Laut (Kepala Desa) E K Pudi. Pada tahun 1975 terjadi pemekaran kampung sehingga dengan peraturan nama kampung dirubah menjadi Desa Beong dengan penjabat sementara H B Kaempe. “Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sangihe Talaud waktu itu Kabupaten Sitaro belum memisahkan diri dari kabupaten induk, tahun 1976 Desa Beong didefinitifkan dengan kepala desa pertama Johanis Derry,” urai Hervie.

Lanjut dia, menuturkan, awal pemerintahan Desa Beong warga merasa kehilangan sosok kapitalau pertama karena meninggal dunia. Pada Juli tahun 1979 terjadi musibah tenggelamnya KM Senayan yang saat itu ditumpangi Derry. “Pemerintahan dilanjutkan oleh Wolters Dalentang,” ucapnya.

Kapitalau ketujuh Beong dua periode ini menambahkan, Desa Beong memiliki luas wilayah sekira 2,83 km2 dengan jumlah penduduk 156 Kepala Keluarga (KK) atau 577 jiwa. Adapun mata pencaharian warga didominasi oleh petani. “Desa Beong terus berkembang. Salah satu kebanggaan putra Beong adalah birokrat handal dan mantan Bupati Sangihe almarhum Winsulangi Salindeho,” kuncinya.(Jackmar Tamahari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.