Kisah Asal-Usul Nama Desa Winangun di Sitaro, Negeri Asal Musik Klikitong

oleh
Kapitalau (Kepala Desa) Winangun Frangki Tatambihe. (ist)

SITARO, Manadonet.com- Musik tradisional Klikitong merupakan salah satu warisan nenek moyang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Musik yang dimainkan beregu ini diklaim berasal dari Desa Winangun Kecamatan Siau Barat Utara.

Tidak banyak yang tahu asal-muasal nama desa di wilayah utara Pulau Siau tersebut. Kapitalau (Kepala Desa) Winangun Frangki Tatambihe, menjelaskan, nama Desa Winangun mengalami perubahan nama oleh para leluhur yang sebelumnya dikenal dengan nama Komang yang artinya siput.

Dia menuturkan, dinamai Komang berawal dari kunjungan raja Siau Lokong Banua ke Kampung Hiung dahulu. Pulang dari Hiung sang raja memilih rute melewati Desa Dompase dan singgah di wilayah Desa Kinali atas yang kala itu belum memiliki nama tempat.

“Oleh warga setempat, raja dijamu dengan makanan khas dari Komang (siput). Kala itu, raja sangat memuji akan kelezatan makanan khas tersebut. Sehingga saat pulang ke Kota Ondong, raja mengungkapkan kepada rombongannya untuk menamakan tempat tersebut dengan nama Komang,” beber Frangki, Senin (6/12/2021).

Kemudian, lanjut kapitalau, seiring perkembang zaman Injil mulai masuk di Komang. Sehingga warga mulai membentuk persekutuan jemaat serta membangun gedung gereja yang saat ini Gereja GMIS Torsina Winangun.

“Karena dalam kondisi membangun, orang tua dahulu mengatakan bagaimana jika nama Komang digantikan dengan nama Winangun saja yang diartikan membangun. Mereka pun sepakat dengan nama Winangun. Tahun 2012 Desa Winangun didefinitifkan dan saat itu saya juga menjadi kapitalau pertama,” ucapnya lagi.

Disentil terkait musik tradisional Klikitong, Frangki mengatakan, Klikitong saat ini kondisinya sudah mulai ditinggalkan warga. Pasalnya, pemuda-pemudi kurang tertarik memainkan klikitong.

“Sebagai warisan leluhur kita akan berupaya mencari solusi agar musik Klikitong bisa kembali diminati warga,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Desa Winangun berbatasan dengan Desa Kinali atau berjarak sekira 7 kilometer dari Kota Ondong Ibu Kota Sitaro. Saat ini penduduknya berjumlah 93 kepala keluarga atau 293 jiwa. Adapun mata pencarian warga didominasi oleh petani dan nelayan. (Jackmar Tamahari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.