Penelitian Dosen dan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado, Terapi Musik Mampu Menurunkan Tekanan Darah

oleh -105 Dilihat
Hendrik Damping SPd. MPd, Jon William Tangka M.Kep, Ns, Sp.KMB dan Herman Warouw SKM, M.Kep, Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado berkolaborasi dengan mahasiswa Whitney Michelle Rettob melakukan penelitian terapi musik menurunkan tekanan darah.

MANADO, Manadonet.com — Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit pembunuh nomor satu di dunia.

Hipertensi menduduki peringkat pertama penyakit paling banyak di dunia yaitu sebesar 22%. Dan di Indonesia mencapai 34,1%.

Hingga kini, penyakit tersebut masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.

Hal ini diakibatkan karena gaya hidup yang cenderung tidak sehat.

Seperti kebiasaan merokok, pola makan tidak teratur dan tidak sehat, serta kurang berolahraga.

Kabar baiknya, saat ini untuk menurunkan tekanan darah bisa dilakukan tanpa obat-obatan yang mengandung zat kimia.

Dari penelitian yang dilakukan beberapa dosen dan mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado, ternyata dengan melakukan terapi musik dapat menurunkan tekanan darah.

Metode penelitian yang digunakan yakni literature review pada dua database berbasis nasional dan internasional yaitu Google Scholar (9 artikel) dan PubMed (1 artikel) dalam rentang tahun 2013-2021. Dengan kata kunci terapi musik, tekanan darah dan hipertensi.

“Berdasarkan ketentuan inklusi dan eksklusi, penulis mendapatkan sampel sepuluh artikel. Hasilnya, pemberian terapi musik klasik menunjukan penurunan sistolik sebesar 3-12mmHg dan diastolik sebesar 8-15mmHg,” ujar Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado, Hendrik Damping SPd. MPd, Jon William Tangka M.Kep, Ns, Sp.KMB dan Herman Warouw SKM, M.Kep.

Dari hasil penelitian bersama mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado Whitney Michelle Rettob, terapi musik instrumental memberikan penurunan sistolik sebesar 3-21mmHg dan diastolik sebesar 11-13mmhg.

Kemudian terapi musik tradisional memberikan penurunan sistolik sebesar 11-22mmHg dan distolik sebesar 2-11 mmHg, sedangkan terapi musik relaksasi memberikan penurunan sistolik sebesar 8mmHg dan diastolik sebesar 2mmHg.

“Berdasarkan hasil tersebut, dapat dilihat bahwa terapi musik mampu menurunkan tekanan darah secara signifikan,” pungkas mereka.

Berikut lampiran hasil penelitian Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado yang disusun oleh Hendrik Damping SPd. MPd, Jon William Tangka M.Kep, Ns, Sp.KMB dan Herman Warouw SKM, M.Kep serta mahasiswa Whitney Michelle Rettob. (rds/*)

Baca selengkapnya artikel kesehatan TERAPI MUSIK MENURUNKAN TEKANAN DARAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.