IBI Manado Bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Gelar Baksos Pemasangan KB Gratis di RS MMC

oleh -96 Dilihat
Foto bersama Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Manado Meisje Wollah, Ketua IBI Manado Masye Tokalase, Direktur RS MMC dr. Vini Gosal bersama para tenaga medis usai pembukaan baksos KB gratis di RS MMC Paal Dua, Kamis (12/5/2022).

MANADO, Manadonet.com — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Manado bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Manado menggelar bakti sosial (baksos) pemasangan KB gratis di Rumah Sakit Manado Medical Center (MMC) Paal Dua, Kamis (12/5/2022).

Ketua IBI Manado Masye Tokalase SST MARS mengatakan, baksos ini merupakan rangkaian kegiatan memperingati HUT IBI ke-71.

“Sejak 18 April hingga Mei 2022 dilaksanakan pelayanan KB serentak se-Indonesia untuk memperingati HUT IBI ke-71. Dan di Kota Manado dilaksanakan di RS MMC yang bertujuan menunjang komitmen pemerintah menurunkan stunting,” ujar Masye.

Dia mengungkapkan, selain baksos KB gratis, IBI Manado akan menggelar lomba idol, TikTok serta jalan sehat untuk memeriahkan HUT IBI ke-71.

“Acara puncak rencananya dilaksanakan pada 24 Juni 2022 di Bunaken,” tukas Masye.

Suasana pelayanan pemasangan KB gratis di RS MMC Paal Dua.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Manado, Meisje Wollah menyebut, baksos KB gratis merupakan upaya peningkatan kualitas manusia ke depan dengan perencanaan untuk memiliki anak.

“Program ini juga sejalan dengan visi Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang mewujudkan Manado Maju dan Sejahtera,” tutur Wollah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju mengapresiasi baksos KB yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Manado, IBI Manado, RS MMC dan Stikes Muhammadiyah Manado.

“Kegiatan ini sangat membantu BKKBN yang merupakan koordinator percepatan penanganan stunting di Indonesia. Apresiasi kepada penyelenggara karena animo masyarakat luar biasa. Tercatat sudah 50 lebih yang mendaftar sebagai akseptor,” ucap Tandaju.

Dia menambahkan, pihaknya akan melaksanakan program grebek pasar untuk mencari para akseptor.

“Harapan kami, kegiatan ini memberi dampak bagi akselerasi penurunan stunting yang ditargetkan tercapai pada 2023 di Sulut,” pungkasnya. (rds/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.