Dispar Manado Latih 40 Pemandu Wisata Selam, Kadis Esther: Praktik Langsung di Laut

oleh -87 Dilihat
Pelatihan pemandu wisata selam yang dibuka Kepala Dinas Pariwisata Manado, Esther Mamangkey didampingi Kabid Pengembangan Kelembagaan dan Kapasitas Kepariwisataan Dinas Pariwisata Kota Manado Kristiane Natali Walalangi S.Sos.

MANADO, Manadonet.com – Peningkatan kompetensi pemandu wisata terus dilakukan Pemkot Manado melalui Dinas Pariwisata (Dispar).

Teranyar, Dispar Manado bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Manado menggelar Pelatihan Pemandu Wisata Selam.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Esther Mamangkey mengatakan, wisata bahari Kota Manado memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Karenanya, Pemerintah Kota Manado terus berupaya untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi para pemandu wisata selam.

“Wisata bahari menjadi obyek wisata Kota Manado untuk itu sangat diperlukan pemandu wisata yang berkualitas serta memenuhi standar kompetensi kerja nasional Indonesia bagi pemandu wisata selam,” kata Mamangkey.

Foto bersama di sela-sela praktik pelatihan pemandu wisata selam di Malalayang, Rabu (7/9/2022).

Dia mengungkapkan, pelatihan dirancang tidak hanya sebatas teori, melainkan praktik langsung di laut.

“Tak hanya teori, pelatihan juga dikemas dengan praktik di lautan, besar harapan setelah pelatihan ini pemandu selam dapat memiliki sertifikasi serta kompetensi yang mumpuni untuk mendukung wisata bahari di Kota Manado,” papar Mamangkey.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Kapasitas Kepariwisataan Dinas Pariwisata Kota Manado Kristiane Natali Walalangi, S.Sos mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi pemandu wisata selam.

“Tujuan pelatihan ini guna meningkatkan sumber daya manusia pariwisata yang berkualitas sehingga bisa menjadi pemandu wisata yang profesional,” kata Walalangi.

Dengan adanya pelatihan ini, lanjut Walalangi diharapkan bisa memberikan
output yakni peningkatan kompetensi bagi pemandu wisata selam.

“Peserta diharapkan dapat mengetahui dan memahami manajemen pemanduan, peralatan dan perlengkapan untuk keselamatan penyelaman serta pentingnya mengenali lokasi penyelaman,” pungkasnya.

Pelatihan Pemandu Wisata Selam ini dilaksanakan selama 5 hari yakni 5-9 September 2022 dengan dana bersumber dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik Dana Pelayanan Kepariwisataan Tahun Anggaran 2022. (rds/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.