Skor Penilaian Swasti Saba Wistara Masih Banyak Nol, Sekkot Warning Perangkat Daerah dalam Forum Kota Sehat

oleh -50 Dilihat
Sekkot Dr. Micler Lakat didampingi Asisten I Heri Saptono dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Steaven Dandel memimpin rapat evaluasi tahap II Forum Kota Sehat.

MANADO, Manadonet.com — Wali Kota Manado Andrei Angouw melalui Sekretaris Kota (Sekkot) Dr. Micler Lakat me-warning perangkat daerah yang tergabung dalam Forum Kota Sehat.

Pasalnya, dari rapat evaluasi tahap 2 Forum Kota Sehat di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota, Rabu (2/11/2022), presentasi dari 9 tatanan yang menjadi indikator penilaian untuk meraih penghargaan Kota Sehat (Swasti Saba) Wistara masih jauh dari harapan.

“Ini wajib menjadi perhatian serius semua yang terlibat dalam Forum Kota Sehat Manado. Dari total skor penilaian sekira 34.000, kita baru berada di posisi 20.925 atau sekira 65% dan ini masih sangat jauh dari yang diharapkan,” tegas Sekkot Micler.

Dia menginstruksikan untuk perangkat daerah yang terkait dalam sembilan tatanan indikator penilaian tingkatkan fungsi koordinasi.

“Masih ada sekira lima bulan untuk mengejar ketertinggalan skor. Target kita, tahun ini harus sudah berada minimal di 30.000 atau di atas 80%,” pinta sekkot.

Sekadar diketahui, agenda rapat evaluasi tahap dua Forum Kota Sehat yaitu mendengar presentasi dari 9 tatanan yang menjadi indikator penilaian untuk meraih penghargaan Kota Sehat (Swasti Saba) Wistara.

Rapat evaluasi ini dibuka Sekkot Dr. Micler Lakat didampingi Asisten I Heri Saptono dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Steaven Dandel.

Dalam arahannya, sekkot menyebut Pengurus Tim Pembina Kota Sehat di Kota Manado, sesuai yang tertuang dalam SK Walikota Manado No. 202/KEP/D.02/KES/2022 tentang Pembentukan Tim Pembina Kota Sehat Kota Manado Tahun 2022.

“Semua Pengurus Kota Sehat Kota Manado wajib melaksanakan tugas masing-masing dengan baik karena banyak hal yang harus dibenahi.  Ini kerja berat, kita harus saling koordinasi untuk mengerjakan ini. Kita harus benahi di Tuna, Sindulang, Kombos, dan tempat-tempat pemukiman padat. MCK belum ada sampai sekarang. Semua hal ini harus diperhatikan karena masuk dalam penilaian Kota Sehat,” paparnya.

Asisten I Heri Saptono menambahkan, tujuan pada rapat evaluasi ini adalah untuk mengecek apa saja yang telah dilakukan oleh masing-masing penanggung jawab dalam setiap tatanan sesuai hasil rapat sebelumnya.

“Minimal sudah ada tindaklanjut dari hasil rapat pertama. Nanti kami cek satu-satu apa-apa saja yang perlu dilengkapi,” jelasnya. (rds/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.