Support Pasar Tematik, BTNB Siap Berkolaborasi dengan Disperindag Manado untuk Pengembangan Ecotourism

oleh -16 Dilihat
Dikunjungi Kepala Disperindag Manado Hendrik Warokka, Kepala BTNB Joko Iswanto mengaku siap berkolaborasi untuk pengembangan ecotourism di Kota Manado. (ist)

MANADO, Manadonet.com. – Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) siap berkolaborasi dengan Disperindag Manado untuk pengembangan ecotourism.

Hal ini diungkapkan Kepala BTNB Joko Iswanto saat menerima kunjungan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado Hendrik Warokka, Senin (6/2/2023).

Dalam kunjungan tersebut dibahas terkait kerjasama pengembangan Pasar Tematik yang terletak di Kelurahan Bahowo, dimana sebagian lahan pengembangan masuk wilayah BTNB.

“Ecotourism (ekowisata) harus berkolaborasi, jangan jalan sendirian. Pada intinya kami (BTNB) siap berkolaborasi dengan Disperindag Kota Manado,” ujar Iswanto, sembari menambahkan yang penting didasari dengan payung hukum yang kuat.

Kepala BTNB kemudian mengapresiasi rencana Disperindag Manado akan mengembangkan Pasar Tematik, termasuk pembuatan mangrove tracking.

“Namanya pengembangan ekowisata berbasis masyarakat yang tujuannya memperkuat ekonomi rakyat pasti kita dukung,” tegasnya lagi.

Iswanto juga meminta Disperindag Manado untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya terutama Dinas PUPR untuk membuat Detail Engineering Design (DED).

“Kita akan lihat zonasinya,” jelasnya.

Mendapat sambutan positif, Hendrik Warokka mengaku sangat senang dan segera menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Kepala BTNB.

Bahkan di hari yang sama, Warokka langsung bertolak menuju ke Pasar Tematik sebab Wali Kota Manado tengah berkunjung ke lokasi tersebut.

“Kita akan memperkuat ekonomi rakyat lewat Pasar tematik,” janji Warokka.
Bahkan, pihaknya telah menyiapkan tempat untuk warga sekitar 25 persen untuk berjualan produk-produk unggulan.

“Kami sudah sampaikan ke lurah dan kepala lingkungan, jangan sampai jadi penonton di tempat sendiri. Siapkan produk terbaik,” tegasnya.

Disisi lain untuk perkembangan Pasar tematik, dapat dipastikan sudah sekitar 97 persen.

Tinggal pekerjaan halus seperti ukiran dan sebagainya.

Bahkan kata Kadis, pengawasan terus dilakukan baik oleh BPK, Kejaksaan maupun Inspektorat.

“Pendampingan terus dilakukan, perpanjangan waktu pekerjaan telah diberikan dan denda tetap berjalan,” tegasnya.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, wartawan bertolak menuju ke Pasar tematik untuk melihat dan mewawancarai pengawas lapangan.

“Memang benar, batas waktu yang diberikan sampai bulan ini,” ujar Marsel Tauki selaku pengawas lapangan.

Kata dia, seluruh pekerjaan optimistis akan selesai bulan ini.

“Nanti bulan Maret akan diselenggarakan ivent di tempat ini, sesuai dengan arahan pak wali kota saat berkunjung kemarin,” tandasnya. (get)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.