Awas DBD! Kenali dan Pahami Cara Penanganannya Berdasarkan Studi Ilmiah Dosen Polkesdo

oleh -114 Dilihat
Ilustrasi DBD. (ist)

MANADO, Manadonet.com — Curah hujan tinggi yang masih terjadi hingga saat ini, patut diwaspadai masyarakat. Selain ancaman bencana alam, banjir maupun tanah longsor, masyarakat wajib mewaspadai ancaman penyakit yang mengintai di musim hujan.

Salah satunya serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dari kajian ilmiah Dosen Poltekkes Kemenkes Manado (Polkesdo), yakni Kusmiyati S.Kep, Ns, M.Kes, Hendrik Damping M.Pd dan Femmy Keintjem MPH, berikut ini adalah penjelasan mengenai DBD, cara pencegahan hingga pengobatannya.

APA ITU DBD ?

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk aedes terutama aedes aegypti. Penyakit ini menimbulkan gejala demam tinggi, sakit kepala serta nyeri tulang dan otot. Jika tidak ditangani dengan tepat demam berdarah dapat menyebabkan komplikasi yang cukup parah bahkan dapat mengakibatkan kematian.

APAKAH PENYEBAB DBD ?

Penyakit demam berdarah dengue ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini akan menularkan virus saat menggigit dan menghisap darah korbannya. Jenis nyamuk ini biasanya menggigit di pagi dan sore hari.

Secara tampilan nyamuk ini cukup mudah dikenali dengan warnanya yang belang-belang hitam putih   dengan ciri fisiknya yang kecil. Mereka tidak suka mendiami tempat yang kotor melainkan tempat-tempat yang bersih seperti bak mandi.

BAGAIMANA TANDA DAN GEJALA DBD ?

Secara umum fase DBD berbentuk seperti siklus pelana kuda, yang diawali dengan demam mendadak pada hari pertama hingga hari ke-3. Demam bisa mencapai suhu 39-40 derajat celcius yang sulit turun walaupun penderita telah mengkonsumsi obat penurun panas. Demam dapat disertai dengan gejala lain, seperti :

Sakit kepala hebat

Nyeri di bagian belakang mata

Sakit otot dan sendi

Hilang nafsu makan

Lemas

Mual dan muntah

Timbul ruam kulit

Selanjutnya DBD akan berlanjut ke fase kritis yaitu pada hari ke-4 hingga hari ke-6. Pada fase ini demam turun tetapi gejala perdarahan seperti mimisan atau muntah darah mudah terjadi. Trombosit yang menurun drastis juga bisa terjadi pada fase kritis ini.

Jika tidak tertangani dengan baik, penderita demam berdarah pada fase kritis dapat mengalami komplikasi berupa penumpukan cairan pada rongga perut atau dada, perdarahan hebat hingga gagalnya aliran darah ke organ-organ vital sehingga mengakibatkan syok yang disebut dengue syok sindrom (DSS).

BAGAIMANA PENGOBATAN DBD ?

Tidak ada obat yang dapat membunuh virus dengue. Walaupun begitu ada pengobatan yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala dan menghindari komplikasi. Dengan demikian diharapkan virus dapat dibasmi oleh sistem kekebalan tubuh penderita.

Pasien demam dengue bisa dirawat di rumah dan disarankan untuk menjalani tes darah untuk mengecek trombosit dan hematocrit setiap hari pada hari ke-4 hingga ke-7 sejak demam muncul. Tujuannya adalah agar perburukan penyakit dapat segera terdeteksi sehingga penderita dapat segera ke RS

Selama proses perawatan penderita disarankan untuk cukup minum, makan dan istirahat serta melakukan kompres dan mengkonsumsi obat penurun panas jika diperlukan. Disarankan agar segera ke RS jika kondisi memburuk meski demam sudah turun.

Sementara itu penderita demam berdarah disarankan untuk menjalani rawat inap di RS agar komplikasi DBD dapt terdeteksi secara dini sehingga dapat segera tertangani.

BAGAIMANA PENCEGAHAN DBD ?

Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang harus dilakukan secara berkala. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan terbebas dari nyamuk penyebab demam berdarah. Selain itu DBD juga bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi dengue, akan tetapi konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melalukan vaksinasi ini.

Referensi

World Health Organization SEARO. Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever Revised and expanded. 2011.

Nainggolan L, Wiguna C, Hasan I, Dewiasty E. Gallbladder wall thickening for early detection of plasma leakage in dengue infected adult patients. Acta Med Indones. 2018;50(3):193-199.

Kep Men Kes RI NOMOR HK.01.07/MENKES/9845/2020 tentang PEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERAN TATA LAKSANA INFEKSI DENGUE PADA DEWASA. (get)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.