Lawyer Cantik Manado Chrizta Quintry Karamoy Suka Bantu Orang Tidak Mampu

oleh -85 Dilihat
oleh
Chrizta Quintry Karamoy. (foto: facebook)

MANADONET.COM- Chrizta Quintry Karamoy lawyer cantik Manado ini sangat senang dengan profesinya sehari hari.

Perempuan berwajah cantik dan imut ini pun tidak segan-segan membantu masyarakat yang membutuhkan lawyer terutama yang tidak mampu.

Perempuan kelahiran Touliang Oki, Minahasa, 26 Mei 1988 menjelaskan kenapa dirinya suka menjadi seorang lawyer atau pengacara.

Bagi wanita berusia 35 tahun ini, pengacara selain profesi juga sebagai tugas yang Mulia sesuai dengan sebutannya Officium Nobile.

“Sejak jadi lawyer kita bisa memberikan bantuan hukum untuk banyak orang, bukan hanya kepada klien yang finansialnya di atas tapi juga memberikan bantuan hukum pada orang yang tidak mampu secara gratis,” ujar dia yang juga hobi kuliner, membaca dan mendengar musik.

Advokat di Kongres Advokat Indonesia akui, yang menjadi salah satu alasan paling mendorongnya buat jadi lawyer, selain bisa punya relasi yang banyak, tapi juga karena jam kerja yang fleksibel, waktu kerja itu tidak terikat seperti kerja kantoran

Walaupun sebenarnya bagi perempuan lulusan Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) ini akui, bekerja sebagai lawyer juga banyak menguras waktu pastinya

dan yang paling bisa buat merasa senang itu kalau lagi tangani perkara terlebih kalau perkara probono.

Pemilik akun instagram bernama @Advtatakaramoy mengatakan, membela kepentingan hukum untuk klien bisa membuat puas itu sangat-sangat menyenangkan dan punya kepuasan tersendiri bisa membantu menyelesaikan masalah atau perkara klien.

Ketua Relawan JAM Sulawesi Utara, jaringan Aliansi menangkan Prabowo-Gibran ceritakan susahnya menjadi pengacara itu kalau

lagi bedah kasus di tim itu ada beberapa pengacara, artinya ada beberapa kepala yang punya pemahaman-pemahaman dan sudut pandang yang berbeda dalam menangani satu perkara.

Kalau senangnya Wakil ketua bidang HUKUM dan HAM PROJO Sulawesi Utara katakan, dalam tim banyak masukan dan tentu banyak ilmu

bisa saling sharing apalagi pengalaman-pengalaman dari senior-senior advokat yang sering juga tangani perkara bersama.

Ada kesan tersendiri yang dirasakan Wakil Sekretaris KSPN SULUT – Konfederasi Serikat Pekerja Nasional yaitu, kalau tangani perkara probono atau perkara pidana

misalnya sampai di agenda pemeriksaan saksi terus pledoi itu ada moment yang sampai bisa bikin sedih hingga menangis untuk perkara tertentu.

“Hal itu itu yang paling berkesan, apalagi kalau sampai jadinya dekat dengan keluarga klien itu rasanya jadi kayak bagian dari keluarga,” tutup sekretaris Lembaga Advokasi Partai Gerindra Sulut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.