Terus Meningkat, Indeks Pembangunan Manusia Sulut Tertinggi Keenam se-Indonesia

oleh -112 Dilihat
Kepala Dinas Kominfo Pemprov Sulut, Evans Steven Liow.

Manadonet.com – Kepemimpinan Gubernur Sulut Prof DR (HC) Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) kembali melahirkan prestasi.

Terbaru adalah peningkatan pembangunan manusia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut Tahun 2023 mencapai 75,04. Ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yakni 74,52.

Untuk diketahui, IPM adalah mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup.

Di tangan ODSK, selama rentang 2020-2023, IPM Sulut rata-rata meningkat sebesar 0,62 persen per tahun.
“Peningkatan IPM 2023 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika Persandian dan Statistik Daerah Sulut, Steven Evans Liow, Sabtu (2/3/2024).

Menurut Kadis Kominfo, pertumbuhan IPM 2023 mengalami percepatan dari tahun sebelumnya.
Seluruh dimensi pembentuk IPM mengalami peningkatan, terutama standar hidup layak dan pengetahuan,” ujarnya mengungkap data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut.

Ia merinci, pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2023 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 73,85 tahun, meningkat 0,26 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.

Sumber data umur harapan hidup saat lahir menggunakan hasil Long Form SP2020 (SP2020 LF).
Pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 12,95 menjadi 12,96 tahun, sedangkan rata rata lama sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,09 tahun, dari 9,68 tahun menjadi 9,77 tahun pada tahun 2023.

Diketahui, perkembangan IPM Sulut pada tahun 2020-2023, terus mengalami kemajuan.
Sejak tahun 2020, status pembangunan manusia Sulut sudah berada di level tinggi.
Selama 2020-2023, IPM Sulut rata-rata meningkat sebesar 0,62 persen per tahun, dari 73,67 pada tahun 2020 menjadi 75,04 pada tahun 2023.

Berdasarkan wilayahnya, Jakarta menjadi provinsi yang memiliki IPM tertinggi pada 2023. Ibu kota Indonesia tersebut mencatatkan skor IPM sebesar 82,46 poin atau masuk status sangat tinggi.
Ibu kota Indonesia tersebut mencatatkan skor IPM sebesar 82,46 poin atau masuk status sangat tinggi.
Selain Jakarta, ada pula Yogyakarta dengan status IPM sangat tinggi. Ini seiring dengan skor IPM Yogyakarta yang sebesar 81,07 poin pada 2023.

Setelahnya ada Kalimantan Timur yang memiliki IPM sebesar 78,2 poin pada 2023. Kemudian, Kepulauan Riau dan Bali memiliki skor IPM masing-masing sebesar 77,11 poin dan 77,1 poin.
Sulawesi Utara memiliki skor IPM sebesar 75.04 poin. Lalu, Riau dan Banten berturut-turut memiliki skor IPM sebesar 74,04 poin dan 73,87 poin.

Di sisi lain, Papua menjadi provinsi dengan IPM paling rendah di Indonesia pada 2023, yakni 62,25 poin.
Sebagai informasi, IPM pada 2020-2023 menggunakan sumber data dari hasil Long Form Sensus Penduduk Tahun 2020 (LF SP2020) untuk indikator UHH. (kit/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.