Narasumber Kuliah Pakar, Dansatgas Lanal Kwandang Mayor Sondakh Berbagi Ilmu dengan Civitas Akademika FKTP UNG

oleh -2234 Dilihat
Foto bersama narasumber kuliah pakar yakni Dansatgas Lanal Kwandang Mayor Laut (S) Chiven Sondakh dengan civitas akademika FKTP Universitas Negeri Gorontalo.

MANADONET.COM – Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kuliah pakar bertajuk ‘Optimalisasi Keamanan Maritim dan Pembangunan Industri Perikanan Berkelanjutan’, Jumat, 31 Mei 2024.

Kuliah pakar yang dibuka Rektor Universitas Negeri Gorontalo yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Abdul Hafidz Olii dihadiri para dosen, mahasiswa serta praktisi di industri perikanan dan kelautan.

Dengan menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidang masing-masing. Narasumber yang pertama yaitu Kasubdit Sunjaklakhanneg Ditjakstrahan Ditjen Strahan Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Laut (K) Dr. Steven Toar Sambouw, S.H., S.Kep., M.H., M.A.P., M.TR.OPSLA. Kemudian Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu, Christian Maikel Eman, S.IK., M.Sc. Serta narasumber ketiga yang hadir secara langsung yaitu Komandan Satgas Lanal Kwandang, Mayor Laut (S) Chiven C. Sondakh, S.T., M.T.

Dalam pemaparannya, Dr. Steven Sambouw menekankan pentingnya keamanan maritim sebagai landasan utama bagi pembangunan industri perikanan yang berkelanjutan. “Keamanan maritim adalah kunci untuk melindungi sumber daya laut kita dari ancaman seperti pencurian ikan, pencemaran, dan aktivitas ilegal lainnya. Tanpa keamanan yang baik, upaya kita untuk mengembangkan industri perikanan yang berkelanjutan akan sulit tercapai,” ujar Dr. Steven.

Sementara itu, Maikel Eman yang membawakan materi tentang Kebijakan Ekonomi Biru KKP dan Pembangunan Perikanan Budi Daya Berkelanjutan, menjelaskan tentang tantangan dan potensi pembangunan perikanan budi daya. “Populasi dunia diproyeksikan akan tumbuh lebih dari 30% pada tahun 2050, sehingga diperkirakan kebutuhan protein global akan meningkat hingga 70%, ujar beliau.

Pada sesi terakhir, Komandan Satgas Lanal Kwandang Mayor Laut (S) Chiven Sondakh menguraikan strategi optimalisasi keamanan maritim. Termasuk peningkatan patroli laut, penggunaan teknologi canggih seperti sistem pengawasan maritim berbasis satelit, dan kerjasama regional antar negara.

Menurutnya, kolaborasi internasional sangat diperlukan mengingat sifat lintas batas dari banyak ancaman maritim. “Pembangunan industri perikanan harus memperhatikan keseimbangan ekosistem laut. Praktik penangkapan ikan yang berlebihan dapat merusak habitat dan mengurangi populasi ikan secara signifikan. Oleh karena itu, implementasi regulasi yang ketat dan edukasi kepada nelayan sangat diperlukan,” papar Mayor Chiven.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka bertanya tentang berbagai isu seperti dampak perubahan iklim terhadap keamanan maritim, teknologi terbaru dalam pengawasan laut, dan peran masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.

Dekan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan UNG, Prof. Yuniarti Koniyo mengapresiasi para narasumber atas wawasan dan pengetahuan yang dibagikan. “Kuliah pakar ini memberikan perspektif yang sangat berharga bagi kita semua. Kami berharap para mahasiswa dapat mengambil banyak pelajaran dan mengaplikasikannya dalam studi dan penelitian mereka ke depan,” kata Prof. Yuniarti. (kit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.