Penelitian Dosen Poltekkes Kemenkes Manado, Asupan Telur Ayam Rebus Tingkatkan Kadar Hemoglobin Remaja Puteri di SMP Muhammadiyah 1 Manado

oleh -1489 Dilihat
Fonnie Kuhu, Marjes Tumurang, Agnes Montolalu dan Yozua Toar Kawatu, empat Dosen Polkesdo yang melakukan penelitian di SMP Muhammadiyah 1 Manado.

MANADONET.COM – Mengkonsumsi telur ayam rebus mampu tingkatkan kadar hemoglobin remaja putri.

Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan Dosen Poltekkes Kemenkes Manado yakni Fonnie Kuhu,  Marjes Tumurang, Agnes Montolalu dan Yozua Toar Kawatu di SMP Muhammadiyah 1 Manado.

Dengan desain penelitian menggunakan pre eksperimental dengan one group pre test – post test desain. Sampel penelitian 15 remaja puteri kelas VIII di SMP Muhammadiyah 1 Manado. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan persentasi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji paired t test.

“Hasilnya, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara asupan telur ayam rebus terhadap kadar hemoglobin remaja puteri kelas VIII di SMP Muhammadiyah 1 Manado. Disarankan siswa perempuan untuk mengkonsumsi telur ayam rebus sebagai salah satu upaya meningkatkan kadar hemoglobin sehingga mencegah anemia pada remaja,” ujar Ketua Tim Fonnie Kuhu didampingi Marjes Tumurang, Agnes Montolalu dan Yozua Toar Kawatu.

Dia mengungkapkan, penelitian yang diawali dengan adanya pretest terhadap kadar haemoglobin 15 remaja puteri kelas VIII. Kemudian melakukan intervensi dengan memberikan telur ayam kampung rebus sebanyak 2 butir selama 14 hari. Telur ayam kampung rebus harus dikonsumsi remaja puteri 2 butir utuh baik putih maupun bagian kuning. Setelah dilakukan intervensi, remaja puteri dilakukan posttest kadar hemoglobin.

“Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak dalam penelitian adalah rentang umur antara 12 – 13 tahun yaitu sebanyak 9 responden (60%). Kadar hemoglobin menurun berdasarkan peningkatan usia. Semakin tua umur manusia, maka semakin menurun kebutuhan kadar hemoglobin dalam tubuh,” papar Fonnie.

Sekadar diketahui, salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien, yakni sekitar 12% remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan mengalami anemia, yang sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi). Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas. (*)

Baca selengkapnya artikel kesehatan  PENGARUH ASUPAN TELUR AYAM REBUS (JURNAL ILMIAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.