Jaga Kesehatan Mental Pekerja: Cegah Burnout dengan Olahraga

oleh -700 Dilihat
oleh
PENULIS : Regina F. Moningkey, S.Psi (Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata)

Manado, Sulawesi Utara – Kesehatan mental adalah aspek yang tak kalah penting dari kesejahteraan kita. Bagi para pekerja, menjaga kesehatan mental menjadi tantangan tersendiri mengingat tekanan dan tuntutan di tempat kerja.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata penduduk Indonesia bekerja selama 42 jam per minggu pada Agustus 2023. Jumlah itu naik 2,44% dibandingkan pada Februari 2023 yang selama 41 jam per minggunya.

Jam kerja yang padat dapat menganggu Kesehatan mental maupun fisik. Burnout menjadi masalah Kesehatan mental yang banyak dialami oleh pekerja.

Menurut American Psychological Association Burnout adalah kelelahan secara fisik, emosional, atau mental yang disertai dengan penurunan motivasi, kinerja, dan munculnya sikap negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain, jika kondisi ini semakin parah bisa membuat seseorang kehilangan motivasi atau semangat untuk melakukan pekerjaannya serta berdampak pada kesehatan fisik. Hasibuan (2022) mengatakan memaksimalkan produktivitas pekerja di Indonesia selain dari tersedianya lapangan pekerjaan adalah menjaga kesehatan pekerja.

Salah satu cara yang efektif untuk merawat kesehatan mental adalah melalui aktivitas olahraga yang teratur. Apa sih manfaat Olahraga bagi Kesehatan Mental Pekerja?

1. Mengurangi Stres dan Kecemasan: Olahraga membantu mengurangi kadar hormon stres seperti kortisol dan meningkatkan produksi endorfin yang berperan dalam meningkatkan suasana hati. Aktivitas fisik juga membantu mengalihkan pikiran dari masalah pekerjaan dan memberikan waktu untuk relaksasi.

2. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus: Aliran darah yang meningkat ke otak selama olahraga membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus. Pekerja yang berolahraga secara teratur cenderung lebih produktif dan efisien dalam menyelesaikan tugas.

3. Memperbaiki Kualitas Tidur: Olahraga membantu mengatur ritme sirkadian dan memperbaiki kualitas tidur. Pekerja yang tidur dengan baik cenderung lebih bersemangat dan berenergi di tempat kerja.

4. Meningkatkan Rasa Percaya Diri: Melalui pencapaian dalam olahraga, pekerja dapat merasa lebih percaya diri dan memiliki pandangan positif terhadap diri sendiri.

5. Interaksi Sosial: Berolahraga di grup atau bersama teman sekerja memperluas jaringan sosial dan membantu mengurangi rasa kesepian.

Bagaimana olahraga dapat berkontribusi pada kesejahteraan mental karyawan? Berikut ini adalah beberapa tips dan trik yang dapat dilakukan seorang pekerja:

> Buatlah jadwal rutinitas olahraga: Karyawan harus memasukkan olahraga ke dalam rutinitas harian mereka. Olahraga membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Pilih olahraga yang Anda nikmati, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau yoga.

> Tim Olahraga Kantor: Bentuk tim olahraga kantor untuk berpartisipasi bersama rekan kerja. Ini tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga memberikan kesempatan untuk bergerak bersama.

> Olahraga Luar Ruangan: Manfaatkan lingkungan sekitar. Jika memungkinkan, lakukan olahraga di luar ruangan. Udara segar dan sinar matahari dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi kecemasan.

> Dukungan dari Atasan dan Rekan Kerja: Lingkungan kerja yang mendukung sangat penting. Atasan dan rekan kerja harus memahami pentingnya kesehatan mental dan memberikan dukungan.

> Istirahat dan Aktif Bergerak: Selama jam kerja, luangkan waktu untuk istirahat aktif. Berdiri, berjalan-jalan, atau melakukan peregangan ringan dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan fokus.

> Kualitas Tidur: Olahraga yang teratur membantu meningkatkan kualitas tidur. Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup setiap malam.

Dengan memahami psikologi olahraga, pekerja dapat mengembangkan keterampilan mental seperti konsentrasi, manajemen stres, dan visualisasi melalui olahraga. Jadilah pekerja yang sehat mental dan fisik, jangan lupa untuk menyisihkan waktu untuk bergerak dan merawat diri!

PENULIS : Regina F. Moningkey, S.Psi (Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.