MANADONET.COM– Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang menekankan pentingnya menjaga dan mendukung pariwisata melalui konsep Hold Tourism dinilai belum sepenuhnya ditunjang oleh kesiapan fasilitas kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Sulut, Louis Carl Schramm, dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Tahun 2024, Selasa (22/4/2025).
Menurut Louis, saat mengunjungi Rumah Sakit ODSK, ia menemukan sejumlah kekurangan yang dapat menjadi hambatan dalam pelayanan medis kepada wisatawan, khususnya wisatawan asing yang datang untuk menyelam di sejumlah destinasi selam Sulut.
“Saya melihat RS ODSK belum siap menunjang program Hold Tourism. Salah satunya, tidak adanya alat hyperbarik. Padahal, alat ini sangat penting untuk menangani kasus dekompresi yang kerap dialami penyelam,” kata Louis.
Ia menuturkan, kekurangan tersebut berpotensi mengancam keselamatan wisatawan. Louis bahkan mencontohkan insiden yang dialaminya saat melakukan reses tiga minggu lalu di kawasan Bunaken.
“Saat itu ada turis asal Jerman yang mengalami dekompresi setelah menyelam. Awalnya dibawa ke puskesmas, lalu dirujuk ke rumah sakit, tapi tidak tahu harus dibawa ke rumah sakit mana karena fasilitas penanganan khusus tidak tersedia,” ungkapnya.
Louis berharap Pemprov Sulut segera membenahi layanan kesehatan, khususnya di rumah sakit rujukan, agar sejalan dengan visi menjadikan Sulut sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
“Kalau kita ingin turis datang, kita juga harus siapkan sistem pendukungnya, termasuk rumah sakit dan peralatan medis yang memadai,” tambahnya. (vln)







