MANADONET.COM- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara resmi menandatangani Amandemen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo).
Penandatanganan yang berlangsung pada Jumat (4/6/2025) di Ruang Rapat Savana, Direktorat Perencanaan Konservasi, Jakarta, ini menjadi langkah konkret sinergi antara penguatan sistem kelistrikan dan upaya konservasi lingkungan.
Hadir dalam penandatanganan tersebut Direktur Perencanaan Konservasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), General Manager PLN UIP Sulawesi Wisnu Kuntjoro Adi, serta Kepala BKSDA Sulut Askhari Dg. Masikki.
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menjelaskan bahwa amandemen kerja sama diperlukan karena jalur transmisi listrik akan melintasi kawasan Cagar Alam Panua di Sulawesi. Penyesuaian terhadap kerja sama sebelumnya pun menjadi penting guna menjamin kepatuhan terhadap peraturan konservasi.
“Dengan meningkatnya kebutuhan pasokan listrik, terutama untuk pelanggan tegangan tinggi dan sektor industri, serta pentingnya menjaga keandalan sistem kelistrikan Suluttenggo, amandemen ini sangat krusial,” ujar Wisnu.
Ia menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi besar PLN dalam membangun sistem kelistrikan yang tidak hanya andal tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan.
Sementara itu, Kepala BKSDA Sulut, Askhari Dg. Masikki menyampaikan bahwa proses penyesuaian kerja sama telah melalui kajian teknis dan ekologis secara menyeluruh, melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah.
“PLN telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan pembangunan yang patuh terhadap peraturan konservasi. Ini bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba, tapi melalui proses yang panjang dan cermat,” kata Askhari.
Direktur Perencanaan Konservasi, Dr. Ahmad Munawir, yang turut menyaksikan penandatanganan, mengapresiasi langkah sinergis ini.
“Kami mendukung inisiatif pembangunan yang tetap berlandaskan prinsip konservasi. Apa yang dilakukan PLN dan BKSDA Sulut ini adalah contoh nyata bahwa pembangunan dan perlindungan lingkungan bisa berjalan beriringan,” ujarnya.
Melalui Amandemen PKS ini, PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan energi yang andal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan konservasi yang menjadi warisan ekologis penting bagi masa depan. (valentino)









