MANADONET.COM- PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi terus memperkuat keandalan pasokan listrik di wilayah Sulawesi dengan menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah strategis itu dilakukan dalam bentuk audiensi yang digelar di Jakarta, Minggu (7/7/2025), guna membahas optimalisasi pola operasi sistem kelistrikan berbasis data cuaca yang akurat dan real-time.
General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya PLN menjamin kontinuitas layanan kelistrikan bagi masyarakat.
“Perubahan cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sistem transmisi dan distribusi listrik. Dengan sinergi bersama BMKG, kami berharap bisa mendapatkan data prakiraan cuaca, arah dan kecepatan angin, curah hujan, hingga informasi petir dan nowcasting secara lebih kompleks dan real-time,” kata Fermi dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, keandalan listrik merupakan prioritas utama PLN. Sinergi antar-lembaga menjadi kunci dalam menghadirkan layanan listrik yang aman dan stabil bagi masyarakat luas.
“Listrik PLN adalah listrik untuk rakyat. Maka dari itu, kami harus pastikan setiap aspek operasional kami berbasis pada strategi yang matang, termasuk dari sisi mitigasi gangguan akibat kondisi alam,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, menyampaikan apresiasinya terhadap PLN yang selama ini aktif memberikan masukan untuk pengembangan layanan cuaca berbasis kebutuhan pengguna.
“BMKG kini mulai bertransformasi dari pendekatan korporasi menjadi user-oriented. Setiap feedback dari PLN sangat berharga dalam membangun sistem prakiraan cuaca yang lebih relevan dan aplikatif,” kata Fachri.
PLN UIP3B Sulawesi saat ini mengelola sistem penyaluran dan pengaturan beban listrik di seluruh wilayah Sulawesi dengan Daya Mampu Netto (DMN) sebesar 3.599 megawatt (MW), yang terbagi dalam tiga subsistem: Sulbagsel, SulutGo, dan Baubau.
Dari total tersebut, sekitar 32,97 persen merupakan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) seperti tenaga air, panas bumi, angin, dan surya.
Fermi menegaskan, kolaborasi dengan BMKG dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia.
“Dengan daya mampu saat ini, kami percaya sinergi positif seperti ini akan memperkuat posisi PLN sebagai penyedia energi listrik yang andal, berkualitas, dan merata hingga pelosok,” tutupnya. (valentino)







