MANADONET.COM- PT PLN Indonesia Power (PLN IP) memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan melalui program Serayu Network yang dijalankan oleh Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, mengatakan program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan, yang selaras dengan konsep creating shared value (CSV).
“Serayu Network kami jalankan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian Waduk Panglima Besar Sudirman sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Bernadus dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/7/2025).
Sebagai bagian dari aksi kolaboratif, PLN IP menggandeng Kodim 0704 Banjarnegara untuk pilar pembibitan konservasi dengan melibatkan 30 personel TNI dalam penyiapan 40.000 bibit pohon aren.
Penanaman pohon aren ini bertujuan untuk memperkuat struktur tanah di sepanjang aliran Sungai Serayu serta menopang ekosistem riparian. Selain fungsi ekologis, pohon aren juga memiliki nilai ekonomi dari produk turunannya seperti gula semut, buah kolang-kaling, dan ijuk untuk kerajinan.
“Program ini bukan hanya soal konservasi. Ini adalah penggerak ekonomi rakyat. Kami ingin listrik yang kami hasilkan berdampingan dengan kesejahteraan masyarakat,” kata Bernadus.
Komandan Kodim 0704 Banjarnegara, Letkol Czi Teguh Prasetyanto, menyambut baik inisiatif PLN IP. Menurutnya, kolaborasi ini berperan penting dalam upaya jangka panjang menjaga lingkungan di wilayah rawan longsor.
“Ini langkah nyata untuk ketahanan ekologi Banjarnegara. Kami berharap dalam waktu dekat, penanaman bisa langsung dilakukan di daerah yang memang membutuhkan,” katanya.
Program Serayu Network juga mendukung visi pemerintah dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto, terutama di bidang ketahanan energi, penguatan ekonomi rakyat, dan pelestarian alam.
Di tingkat lokal, program ini ditopang dengan pengembangan Kampung Ilmu—konsep edukatif berbasis empat pilar: peternakan, bank pakan, bank pupuk, dan pembibitan.
Menurut Manajer Enjiniring PLN IP UBP Mrica, Dadan Ramdani, semua komponen diolah secara sirkular, termasuk pemanfaatan sedimentasi dari waduk sebagai media tanam.
“Serayu Network menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan. Limbah jadi sumber, dan hasilnya kembali ke masyarakat. Ini bentuk kemandirian yang ingin kami bangun,” kata Dadan.
Sementara itu, Ketua Pembina Serayu Network Maman Fansyah menilai konsep Kampung Ilmu bisa diperluas hingga ke tingkat rumah tangga di kecamatan-kecamatan lain.
“Jika diterapkan secara luas, ini bisa menjadi solusi ketahanan dan kedaulatan pangan rakyat Banjarnegara,” pungkas Maman. (valentino)







