MANADONET.COM- PT PLN (Persero) mencatat tonggak sejarah baru di Sulawesi Tengah dengan suksesnya penyalaan (energize) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kolonedale – Bungku dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku, yang untuk pertama kalinya menghadirkan infrastruktur transmisi bertegangan tinggi di Kabupaten Morowali.
Proyek strategis nasional ini membentang sepanjang 162,5 kilometer sirkit, melintasi dua kabupaten dengan total 254 tower transmisi, serta ditopang GI Bungku berkapasitas 30 megavolt ampere (MVA). Hadirnya infrastruktur ini akan mengakhiri ketergantungan wilayah tersebut pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang boros bahan bakar, serta diproyeksikan mampu menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik secara signifikan.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi tentang menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat di Morowali. Kami ingin memastikan setiap rumah, sekolah, dan tempat usaha bisa menikmati listrik yang terang dan stabil untuk mendukung mimpi besar mereka,” kata Usman Bangun, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Senin (7/7/2025).
Dukung Industri, Layani 95 Ribu Pelanggan Baru
Dengan beroperasinya GI Bungku, sistem kelistrikan Morowali kini mendapat tambahan daya sebesar 16,8 megawatt (MW). Kapasitas ini cukup untuk melayani hingga 95.000 pelanggan baru, serta mampu meningkatkan kualitas tegangan distribusi dari sebelumnya 18,37 kilovolt (kV) menjadi 20,3 kV.
Tak hanya dari sisi teknis, proyek ini juga memperlihatkan kontribusi terhadap pertumbuhan industri nasional. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 69,94% untuk GI dan 62,5% untuk SUTT, menandakan kuatnya keterlibatan produk dan tenaga kerja dalam negeri.
“Investasi ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di Morowali serta memastikan pasokan listrik yang cukup dan andal di masa mendatang,” ujar Usman.
Menuju Sistem Listrik Nasional yang Lebih Hijau
Lebih dari sekadar peningkatan kapasitas, infrastruktur SUTT dan GI ini juga menjadi pondasi penguatan sistem kelistrikan nasional. Dengan jaringan transmisi yang baru, PLN kini lebih fleksibel dalam mengelola beban, meminimalkan risiko gangguan, serta mempersiapkan integrasi energi baru terbarukan (EBT) yang seringkali berada jauh dari pusat permintaan listrik.
“Ini bagian dari transformasi sistem kelistrikan Indonesia. Infrastruktur ini memungkinkan pengelolaan yang lebih efisien dan membuka jalan bagi adopsi energi bersih di masa depan,” tambah Usman.
Komitmen Pemerataan Listrik di Seluruh Nusantara
PLN menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di seluruh Indonesia, terutama di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan listrik bertegangan tinggi. Lewat proyek ini, PLN kembali membuktikan perannya sebagai pilar utama pembangunan nasional.
“Dengan terus mengedepankan inovasi dan peningkatan pelayanan, kami siap menghadirkan energi yang andal, berkelanjutan, dan merata ke seluruh penjuru negeri,” tutup Usman. (valentino)







