Program Listrik Desa Akselerasi Pemerataan Listrik PLN di Papua, Targetkan 10.000 Titik Teraliri Listrik

oleh -1326 Dilihat
oleh
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo meninjau Program Listrik Desa (Lisdes) di sejumlah desa terpencil di Papua, termasuk Desa Tindaret di Kabupaten Kepulauan Yapen, Desa Sauyas, Kabupaten Supiori, serta Pulau Owi di Kabupaten Biak Numfor

MANADONET.COM- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) terus mempercepat pemerataan akses listrik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Provinsi Papua. Upaya ini dijalankan melalui Program Listrik Desa (Lisdes) sebagai bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya ingin dengan listrik ini masuk, maka anak-anak kita sekolah bisa memakai teknologi. Suatu saat mereka-mereka itu akan menjadi pemimpin di Papua, akan menjadi pemimpin di bangsa ini, dan akan menjadi orang-orang hebat,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Dalam kunjungan kerjanya ke Papua, Bahlil meninjau langsung sejumlah desa terpencil di Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Biak Numfor, termasuk Desa Tindaret, Desa Sauyas, dan Pulau Owi. Ia menegaskan, program Lisdes bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bentuk nyata kehadiran negara untuk menciptakan pemerataan pembangunan hingga pelosok negeri.

“Total ada 10.068 titik, terdiri atas 5.758 desa dan 4.310 dusun, yang ditugaskan oleh Presiden untuk kami terangi dari Aceh sampai Papua,” ucapnya.

Berdasarkan roadmap Lisdes 2025–2029, khusus untuk Papua direncanakan pembangunan akses listrik di 4.310 lokasi dengan potensi menjangkau lebih dari 280.000 keluarga. Tiga kabupaten yang dikunjungi Menteri ESDM masuk dalam prioritas tersebut, yakni 4 lokasi di Biak Numfor, 11 lokasi di Supiori, dan 71 lokasi di Kepulauan Yapen. Pembangunan akan dilakukan melalui perluasan jaringan listrik (grid), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan inovasi PLTS atap berbasis SuperSUN.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan Papua sebagai simbol keadilan energi nasional. Sepanjang semester I-2025, Program Lisdes berhasil mengalirkan listrik ke 36 desa di Papua dengan total 1.606 keluarga kini menikmati layanan listrik PLN.

“PLN akan terus berupaya mengalirkan listrik hingga pelosok negeri sebagai bentuk tanggung jawab membangun peradaban dan ekonomi bangsa,” ujarnya.

Tak hanya menghadirkan listrik ke permukiman, PLN juga berpartisipasi dalam Program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebanyak 693 sekolah di Papua akan disuplai listrik melalui PLTS atap atau SuperSUN guna mendukung proses belajar-mengajar yang modern dan inklusif.

Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya kunjungan langsung Menteri ESDM dan jajaran PLN ke wilayahnya. Ia menilai Program Lisdes bukan hanya menghadirkan listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memperkuat ikatan sosial masyarakat desa.(valentino)

No More Posts Available.

No more pages to load.