MANADONET.COM – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menggelar Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM) dengan tajuk ‘PBM Pelatihan Perbendaharaan Untuk Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Gereja’, Jumat (5/9/2025) di GMIM Exodus Kelurahan Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
Kegiatan yang dipimpin Ketua Pelaksana Dr Rolina Emmy Manggopa MPd dan Sicilia Panelewen MM tersebut, dilakukan sebagai wujud implementasi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT) yaitu pengabdian, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola gereja dalam mengelola keuangan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.
Sasaran Pelatihan diberikan kepada bendahara jemaat, sekretaris serta pemegang keuangan kolom, Komisi BIPRA Jemaat maupun BIPRA Kolom dan panitia-panitia terkait, dengan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal.
Materi pelatihan meliputi prinsip dasar pengelolaan keuangan Gereja, pembuatan laporan keuangan yang sederhana namun sistematis, penyusunan laporan, serta mekanisme penyusunan dan pelaporan keuangan.
Metode pelaksanaan mencakup ceramah, diskusi, studi kasus, serta simulasi langsung menggunakan format pelaporan keuangan yang dapat diadaptasi oleh jemaat. Hasil dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis para pemegang dan pengelola keuangan jemaat tetapi juga memperkuat budaya transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana pelayanan. Dengan pelatihan ini, GMIM Exodus Paniki Dua diharapkan menjadi model jemaat yang memiliki sistem keuangan yang baik dan dapat dipercaya oleh seluruh lapisan jemaat.
Dalam kesempatan tersebut, Dr Rolina E Manggopa mengatakan, pelaksanaan kegiatan PBM ini untuk meningkatkan kapasitas pengurus gereja dengan memberikan pelatihan dalam hal manajemen keuangan, termasuk pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan yang transparan.
“Disamping itu, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, mengimplementasikan sistem pelaporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada jemaat dan pihak terkait lainnya. Serta Membangun kepercayaan jemaat melalui pengelolaan keuangan yang baik,” tutur Rolina Manggopa.
Lanjut dikatakannya, ketika diperhadapkan dengan kemajuan sekarang ini, memiliki kemampuan membuat pelaporan keuangan sangatlah penting khususnya para pengelola sampai aras terekecil yakni ke panitia-panitia.
“Diharapkan dengan kegiatan ini, dapat meningkatkan kepercayaan jemaat terhadap pengurus gereja dan kegiatan gereja secara keseluruhan,” tukas Rolina Manggopa.
Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi, pelatihan dan pemantauan secara berkelanjutan sejak bulan April dalam setiap aktivitas dimonitor implementasinya, yang terus berlanjutan. Kegiatan ini juga turut diikuti para dosen sebagai pemateri, diantaranya Jeffry O Rengku, SE.,Ak,MM,CA, Dra Endah P.Haryono,M.Ed,Jufry Rompas,SE.MSi, Lidya.A. Maramis,SE.,MSA,Ak, Drs Johannes.Kristoffel Santie,M.AP, , Roslina Limpele,SE,MSi, Dra Aneke kaunang, M.Pd, Deisi Malonda, SE,MAP, Loula Walangian SE,MAP, Nixon Sondakh,SE.,M.SI, Sicilia Panelewen,SE.,MM Sintje Alouw MM.Ak, Grace Ropa.,SE.,M.Si, Treesye A.C.Langi.SE.,M.SI, Dra Harty U.H.L Koagouw,M.Hum, Shane A Pangemanan,SE,M.SI,Antonius A Tandi,SE.Ak,MSI,CA, Jeane C.Lasut,SH.,MH, Treesje L.Runtuwene,SE.,MAP, Selvie J.Nangoi SE.,M.SI, Maykel A Tampenawas,SE.,M.SI, Deisy Lusiana, SE., M.SI, serta mahasiswa semester I dan V Politeknik Negeri Manado.
Ketua Jemaat GMIM Exodus Paniki Dua, Pdt Daniel Denny Rumondor,M.Th didampingi Sekretaris Jemaat, Bryan Pontororing dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi kegiatan PBM dari Polimdo tersebut.
Menurut Pdt Daniel Rumondor, Politeknik Negeri Manado sebagai institusi yang berkontribusi langsung, serta kepedulian terhadap terlaksana dan tertibnya akuntabilitas.
“Karena gereja merupakan bagian dari masyarakat, yang memiliki tanggung jawab berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan juga pada pembangunan masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia. Intinya membangun warga gereja yang memiliki kepedulian terhadap pertanggung jawaban keuangan,” tukas Daniel Rumondor.









