SAH! Kolintang Terima Sertifikat UNESCO, Gubernur Sulut Yulius Selvanus: Ini Amanah Besar bagi Kita Semua

oleh -1042 Dilihat
oleh

MANADONET.COM- Warisan musik tradisional asal Sulawesi Utara, Kolintang, resmi mendapatkan pengakuan dunia setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.

Sertifikat resmi UNESCO diserahkan kepada Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus dalam sebuah seremoni di Museum Nasional, Jakarta, Selasa, 2 Desember 2025

Acara penyerahan sertifikat tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian sertifikat UNESCO untuk Reog Ponorogo dan Kebaya, yang sebelumnya masuk dalam daftar WBTb UNESCO pada tahun yang sama.

Sertifikat UNESCO untuk Kolintang diberikan langsung oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerjasama Kebudayaan, Endah Thahjani Dwirini Retno Astuti, SS., MPhil.

Acara berlangsung khidmat dan turut dihadiri sejumlah pejabat dari Arsip Nasional RI, Kementerian Luar Negeri, pejabat Kementerian Kebudayaan, PINKAN Indonesia, komunitas budaya, serta para seniman yang selama ini terlibat dalam pelestarian Kolintang di tingkat nasional maupun internasional.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus hadir didampingi Franky Manumpil Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sulut dan
Jani Niclas Lukas Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut. Kehadiran jajaran Pemprov menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pengembangan budaya Kolintang di daerah.

Penetapan Kolintang sebagai WBTb UNESCO menjadi momentum penting bagi Sulawesi Utara. Pengakuan dunia ini mempertegas nilai budaya Kolintang sebagai simbol identitas masyarakat Minahasa yang memadukan sejarah, musikalitas unik, dan kearifan lokal.

Para pemerhati budaya menilai, status baru ini membuka peluang lebih besar bagi Kolintang untuk berkembang dan diperkenalkan secara luas di tingkat global.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulut Yulius Selvanus menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar bagi masyarakat Sulut.

“Pengakuan UNESCO adalah amanah. Pemerintah Provinsi bersama seluruh masyarakat akan terus menjaga, mengembangkan, dan mewariskan Kolintang kepada generasi mendatang,” ujar Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam pidatonya.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus menambahkan bahwa Kolintang telah lama menjadi representasi karakter masyarakat Sulawesi Utara yang terbuka, harmonis, dan kreatif.

Gubernur juga menyoroti pentingnya Kolintang dalam peta diplomasi budaya Indonesia. Menurutnya, musik Kolintang adalah “suara Sulawesi Utara” yang telah dikenal di berbagai negara.

Pengakuan UNESCO dinilai menjadi modal kuat untuk memperluas jejaring kolaborasi budaya, meningkatkan kreativitas pelaku seni, serta memperkuat posisi Sulut dalam diplomasi budaya internasional.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan Kolintang dapat semakin sering tampil di tingkat nasional hingga internasional melalui festival budaya, pertunjukan, agenda pariwisata, dan kerja sama kreatif.

Pemprov juga berkomitmen mendukung, pengembangan pendidikan dan kurikulum berbasis Kolintang, pelatihan dan penguatan komunitas-komunitas Kolintang, inovasi instrumen dan aransemen tanpa menghilangkan nilai tradisi, konservasi instrumen asli dan dokumentasi musik Kolintang

Dengan langkah tersebut, Kolintang diharapkan tidak hanya menjadi ikon budaya Sulawesi Utara, tetapi juga simbol kebudayaan Indonesia yang mendunia. (vln)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.