MANADONET.COM- Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 10 calon pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (11/3/2026). Dari proses tersebut, DPR akan memilih lima nama yang akan mengisi posisi strategis di lembaga pengawas sektor keuangan tersebut.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengatakan seluruh kandidat akan mengikuti rangkaian uji kelayakan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari di Gedung DPR, Jakarta.
“Rapat pimpinan sudah memutuskan dilakukan sesuai arahan untuk seluruh peserta yang 10 orang itu dilakukan fit and proper test mulai dari pagi sampai malam,” ujar Misbakhun di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, dari proses tersebut Komisi XI akan menentukan lima kandidat terbaik yang akan mengisi posisi anggota Dewan Komisioner OJK untuk masa jabatan lima tahun ke depan.
Adapun lima posisi pimpinan OJK yang diperebutkan dalam proses seleksi ini yakni Ketua Dewan Komisioner, Wakil Ketua Dewan Komisioner, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen.
Setelah proses fit and proper test selesai, Komisi XI DPR akan langsung melakukan pengambilan keputusan untuk menetapkan lima nama yang terpilih.
Selanjutnya, nama-nama tersebut akan dibawa ke rapat paripurna DPR pada Kamis (12/3/2026) untuk mendapatkan pengesahan sebagai anggota Dewan Komisioner OJK.
Misbakhun menegaskan, percepatan proses penentuan pimpinan OJK dilakukan sebagai respons terhadap kondisi ketidakpastian yang tengah dihadapi sektor keuangan.
“Kita harus mengambil keputusan yang cepat pada situasi saat ini sebagai respons terhadap situasi-situasi ketidakpastian. Kita harus memberikan kepastian kepada pasar, terhadap apa saja yang harus diputuskan cepat, harus kita putuskan cepat sehingga mereka bisa memimpin lembaga dengan cepat,” katanya. (rds)







