MANADONET.COM- Paus Leo XIV kembali menyerukan gencatan senjata dalam konflik perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya korban jiwa dan krisis kemanusiaan yang telah memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi dari tempat tinggal mereka.
Dalam pernyataannya kepada wartawan saat meninggalkan Castel Gandolfo menuju Vatikan, Rabu (25/3/2026), Paus menegaskan pentingnya menghentikan konflik bersenjata dan mengedepankan dialog sebagai solusi utama. Ia mengingatkan bahwa perang hanya memperburuk situasi dan memperdalam kebencian di antara pihak-pihak yang bertikai.
“Saya ingin memperbarui seruan saya untuk gencatan senjata, untuk bekerja demi perdamaian, bukan dengan senjata tetapi dengan dialog,” ujar Paus Leo XIV.
Menurutnya, konflik yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 tersebut telah menimbulkan dampak besar, baik dari sisi kemanusiaan maupun stabilitas kawasan. Ia menyoroti meningkatnya kekerasan serta jumlah korban tewas yang terus bertambah seiring berjalannya waktu.
“Kebencian meningkat, kekerasan semakin memburuk dan lebih dari satu juta orang telah mengungsi, dengan banyak yang tewas,” tegasnya.
Sebagai Paus pertama yang berasal dari Amerika, Leo XIV juga kembali mengajak seluruh pemimpin dunia dan pihak berwenang untuk secara serius mengupayakan jalur diplomasi. Ia menekankan bahwa perdamaian hanya dapat dicapai melalui komunikasi terbuka, bukan dengan kekuatan militer.
Meski secara konsisten mengutuk perang, Paus Leo XIV tetap berhati-hati dalam menyampaikan pernyataannya terkait konflik ini. Ia tidak secara langsung menyebut pihak tertentu dalam kecaman maupun seruan damai, namun fokus pada pentingnya menghentikan kekerasan dan mengedepankan dialog demi menyelamatkan jutaan nyawa.
Seruan ini menambah daftar panjang upaya Vatikan dalam mendorong perdamaian global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas akibat eskalasi konflik antara kekuatan besar dunia. (***)
valentino warouw







