MANADONET.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, Dhea Eucharisty Lumenta, melaksanakan kegiatan reses di Desa Ambang II, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (30/3/2026). Kehadiran legislator muda ini disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.
Dalam agenda reses DPRD Sulut 2026 tersebut, Dhea Lumenta menjelaskan peran dan fungsi DPRD, termasuk tugasnya sebagai anggota Komisi II yang membidangi sektor ekonomi dan pembangunan. Ia menegaskan bahwa reses merupakan wadah penting untuk menjaring kebutuhan riil masyarakat.
“Reses menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi masyarakat. Semua masukan akan kami bawa dalam pembahasan program pemerintah maupun Pokok-Pokok Pikiran DPRD,” ujarnya.
Sejumlah usulan strategis mencuat dalam dialog bersama warga. Di sektor pertanian, masyarakat mengusulkan pembangunan jalan usaha tani menuju wilayah pegunungan guna menunjang aktivitas dan distribusi hasil pertanian. Selain itu, warga juga mengharapkan bantuan bibit padi dan jagung, serta dukungan sarana produksi lainnya.
Di sektor perikanan, nelayan mengajukan bantuan alat tangkap, motor tempel, dan perahu guna meningkatkan produktivitas mereka. Sementara itu, masyarakat pesisir menyoroti pentingnya pembangunan talud penahan abrasi di Dusun I yang dinilai mendesak karena mengancam permukiman warga.
Aspirasi lainnya mencakup pengadaan alat pertanian seperti hand tractor serta pemasangan lampu penerangan jalan di area fasilitas umum, termasuk di sekitar rumah ibadah.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Dhea Eucharisty Lumenta menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk usulan yang berada di luar kewenangan provinsi.
“Aspirasi yang menjadi kewenangan provinsi akan kami perjuangkan melalui DPRD, sementara yang menjadi ranah kabupaten akan kami komunikasikan dengan pemerintah daerah setempat,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa tugas wakil rakyat tidak berhenti pada tahap penyerapan aspirasi, melainkan harus memastikan realisasi program di lapangan.
“Kami hadir sebagai perpanjangan tangan masyarakat. Setiap aspirasi akan kami kawal agar benar-benar ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Kegiatan reses ini kembali menegaskan pentingnya peran DPRD sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan di wilayah Bolaang Mongondow. (***)







