MANADONET.COM – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) periode 2026-2030 dinilai tidak boleh hanya berorientasi pada perebutan jabatan semata.
Fokus utama harus pada program dan visi besar kemajuan pendidikan tinggi Unsrat untuk Sulawesi Utara (Sulut).
Hal tersebut dikemukakan oleh sejumlah tokoh alumni dan akademisi Unsrat terkait dinamika pemilihan Rektor yang kini sementara berlangsung.
Akademisi Unsrat Dr. Flora Pricilla Kalalo menegaskan, penataan universitas kebanggaan warga Nyiur Melambai ke depan merupakan harga mati.
“Program ke depan harus bersinergi dengan semua stakeholder, menyatukan persepsi, visi dan misi untuk mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Sulut,” ujar Dr. Flora Kalalo yang merupakan Mantan Dekan Fakultas Hukum Unsrat.
Ia pun mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Plt. Rektor Unsrat Prof Jamaludin Jompa.
“Plt Rektor Unsrat saat ini sangat memperhatikan semua aspek dalam rangka untuk kemajuan Unsrat,” puji Kalalo.
Senada disampaikan dr. Makmun Djafara, alumni Fakultas Kedokteran Unsrat.
“Unsrat membutuhkan pemimpin yang bisa melanjutkan fondasi yang sudah ditata dengan baik oleh Plt. Rektor,” tegas Mantan Anggota DPRD Sulut itu.
Tokoh masyarakat Sulut Ir Andry Harits Umboh ketika dihubungi media ini mengungkapkan, Pilrek Unsrat harus menghasilkan pemimpin yang punya program yang jelas dan terukur.
“Pilrek Unsrat ini harus jadi momentum kemajuan pendidikan di Sulut, bukan perpecahan,” harap Umboh yang adalah mantan Dosen Fakultas Pertanian Unsrat.
Terpisah, Alumni Unsrat Hendrie Lumapow yang menjabat sebagai Kadis Perpustakaan Minsel menyebut, saat ini Unsrat butuh pemimpin visioner.
“Yang bisa membawa universitas negeri terbaik di Sulut itu jadi World Class University dan kebanggaan masyarakat di Indonesia Timur,” pungkas Hendrie Lumapow diiyakan Ir. Jemmy Sulu mantan Kasatker BWS Sulut yang juga alumni Unsrat.
Sekadar diketahui, pemilihan Rektor Unsrat dijadwalkan digelar paling lambat Desember 2026. (kit/*)







