PLN Dukung Bengkel Warga di Bantaeng, Pendapatan Naik hingga Enam Kali Lipat

oleh -902 Dilihat
oleh

MANADONET.COM- Suara dentingan alat dan deru mesin kini menjadi keseharian di Dusun Ma’lero, Desa Biangloe, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Di tempat itu, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) “Langit Bengkel” tumbuh menjadi sumber penghidupan warga, berkat dukungan PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Sejak 2024, PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Selatan mendampingi kelompok usaha ini dengan menyediakan peralatan bengkel, mulai dari mesin kompresor, pembuka ban, hingga travo las. Dukungan itu menjadi titik balik bagi warga yang sebelumnya kesulitan mengembangkan usaha karena keterbatasan modal dan peralatan.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, mengatakan, program TJSL dirancang untuk memberi manfaat nyata sekaligus berkelanjutan, terutama bagi masyarakat di sekitar proyek infrastruktur kelistrikan. Salah satunya proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Punagaya–Bantaeng yang saat ini masih dalam tahap prakonstruksi.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya merasakan dampak pembangunan dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari sisi ekonomi dan peningkatan keterampilan. Alhamdulillah, usaha warga kini semakin ramai, pendapatan meningkat, dan mereka lebih percaya diri,” kata Wisnu.

Menurut Wisnu, hasil program ini juga terukur secara objektif. Melalui metode Social Return of Investment (SROI) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), PLN mencatat nilai SROI sebesar 2,78 dan IKM 3,84, keduanya masuk kategori sangat baik.

Ketua KUBE Langit Bengkel, Idrus Solihin, mengaku bersyukur atas dukungan PLN. “Dulu kami hanya punya alat seadanya. Sekarang alat bengkel kami lebih lengkap, pekerjaan jadi lebih mudah, dan pelanggan semakin banyak. Bahkan, bengkel kami direkomendasikan dari mulut ke mulut,” ujarnya.

Idrus menyebutkan, pendapatan bengkel kini meningkat tajam. Dari sebelumnya hanya Rp 2 juta–Rp 6 juta per bulan, kini bisa mencapai Rp 10 juta hingga Rp 20 juta, bahkan Rp 40 juta pada musim panen. “Mayoritas warga di sini petani. Setelah panen, mereka datang servis kendaraan. Alhamdulillah, rezeki makin terbuka,” katanya.

Cerita sukses “Langit Bengkel” menjadi salah satu contoh bagaimana listrik tidak sekadar mengaliri rumah dan usaha, tetapi juga membuka jalan bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik. (vln)

No More Posts Available.

No more pages to load.