MANADONET.COM- Direktur Utama Bank SulutGo (BSG), Revino Pepah menanggapi wacana sejumlah pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo yang berencana menarik saham dan memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke bank lain. Menurutnya, langkah tersebut berisiko besar dan dapat menimbulkan kerugian, tidak hanya bagi BSG, tetapi juga negara.
“Yang lebih berisiko itu bukan penarikan saham, tetapi pemindahan RKUD. Dampaknya bisa langsung terasa pada angsuran kredit pegawai negeri sipil,” ujar Revino dalam rapat bersama DPRD Sulawesi Utara, Senin (14/4/2025).
Revino menekankan, dana yang dikelola dalam RKUD merupakan milik negara. Jika pemindahan dilakukan secara sepihak dan berdampak pada keuangan bank, maka potensi kerugian juga akan dirasakan oleh negara.
“Misalnya, jika semestinya Pemprov menerima dividen sebesar Rp 70 miliar, tapi yang masuk hanya Rp 20 miliar atau bahkan Rp 10 miliar, itu sudah termasuk kerugian negara,” jelasnya.
Terkait polemik susunan Direksi dan Dewan Komisaris pasca Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), Revino menjelaskan bahwa proses pengangkatan merupakan kewenangan penuh para pemegang saham, termasuk dari Sulawesi Utara dan Gorontalo.
“Pemilihan Direksi dan Komisaris adalah domain pemegang saham. Tidak diatur harus ada keterwakilan wilayah tertentu. Semuanya berdasarkan keputusan bersama,” ujar Revino.
Ia menambahkan, masa jabatan Direksi dan Komisaris saat ini berlaku hingga tahun 2026. Namun para pemegang saham tetap memiliki hak untuk melakukan pergantian sewaktu-waktu jika diperlukan.
Adapun susunan Dewan Komisaris BSG yang baru adalah Ramoy Markus Luntungan sebagai Komisaris Utama, serta Max Kembuan, Sam Sachrul Mamonto, Jacklyn Koloay, dan Djafar Alkatiri sebagai anggota komisaris. Dari kelima nama tersebut, hanya Max Kembuan yang merupakan komisaris lama.
Sementara itu, untuk posisi Direksi belum terjadi perubahan dan masih dijabat oleh pejabat yang sama. (vln)







