PLN Resmikan SUTT 150 kV Kolonedale–Bungku, Jawab Krisis Listrik di Morowali

oleh -1838 Dilihat
oleh
Energize pada proyek strategis nasional Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kolonedale – Bungku dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku.(istimewa)

MANADONET.COM- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Selatan resmi mengoperasikan infrastruktur kelistrikan strategis nasional berupa Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kolonedale–Bungku dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku (New).

Infrastruktur ini menjadi penopang utama keandalan pasokan listrik di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, sekaligus menjadi jawaban atas krisis listrik yang selama ini melanda kawasan industri strategis tersebut.

Proyek SUTT Kolonedale–Bungku membentang sepanjang 162,5 kilometer sirkit (kms) dengan total 254 tower transmisi, serta didukung GI Bungku berkapasitas 30 MVA. Operasional proyek ini diharapkan dapat menggantikan pembangkit diesel (PLTD) yang selama ini digunakan, sekaligus menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik hingga Rp137 miliar per tahun.

General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh tim dan dukungan para pemangku kepentingan yang terlibat.

“Proyek ini adalah bagian dari komitmen kami mendukung Moonshoot 2.0, khususnya pilar Net Zero Emission (NZE) Moonshoot melalui program Green Enabling Transmission,” ujar Wisnu dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).

Ia menambahkan, dengan tersambungnya sistem kelistrikan Bungku ke Sistem Sulbagsel dan program dedieselisasi sebesar ±25 MW, efisiensi energi dan keandalan pasokan akan semakin terjamin.

Dari sisi teknis, infrastruktur ini mampu menyalurkan tambahan beban pelanggan sekitar ±16,8 MW, menutup defisit daya yang sebelumnya mencapai 5 MW di wilayah Morowali. Selain itu, kualitas tegangan distribusi meningkat dari 18,37 kV menjadi 20,3 kV, memberikan kualitas listrik yang lebih stabil bagi masyarakat dan sektor industri.

Dukungan terhadap industri nasional juga tampak dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) proyek ini, yang tercatat mencapai 68,12 persen untuk GI dan 62,5 persen untuk SUTT.

Sementara itu, Manager PLN UPP Sulawesi Selatan, Edy Roy Antonius Sidabutar, yang memimpin langsung pelaksanaan proyek ini, mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur ini menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi teknis maupun non teknis.

“Namun berkat sinergi seluruh stakeholder di Morowali dan kerja keras tim, proyek ini bisa diselesaikan dengan baik. GI Bungku dan SUTT Kolonedale–Bungku diharapkan bisa menjadi tulang punggung sistem kelistrikan di wilayah ini,” ujarnya.

Edy Roy juga menegaskan bahwa proyek ini merupakan bukti nyata kehadiran negara melalui PLN hingga ke pelosok negeri.

“Ini adalah harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terbatas aksesnya terhadap listrik,” tambahnya.

Dengan beroperasinya GI Bungku dan jaringan transmisi pendukungnya, masyarakat di Morowali dan Morowali Utara kini dapat menikmati pasokan listrik yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (valentino)

No More Posts Available.

No more pages to load.