Legislator Talaud Lian Dampingi Korban Mencari Adik Levi yang Belum Ditemukan pada Peristiwa Kebakaran KM Barcelona

oleh -1799 Dilihat
oleh

MANADONET.COM- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Talaud Lian Arunde dampingi korban peristiwa kebakaran KM Barcelona V.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Talaud ini terlihat berada di Pelabuhan Manado, Senin, 21 Juli 2025.

Saat ditemui wartawan Manadonet.com, Lian Arunde mengatakan, berada di Pelabuhan Manado untuk mendampingi korban.

“Saat ini korban Remi Aiba dimana anaknya Levi Aiba belum ditemukan hingga saat ini. Jadi kami sedang melakukan koordinasi untuk melakukan pencarian terhadap adik Levi,” kata dia.

Lanjut dia, kejadian ini sangat disayangkan, kami berharap kejadian ini tidak lagi terjadi.

“Kami di Talaud akan melakukan rapat untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini agar tidak terjadi kembali,” tutup Kader NasDem itu.

Diketahui, peristiwa kebakaran KM Barcelona V rutr Talaud – Manado terbakar di perairan Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Minggu, 20 Juli 2025.

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) merilis perkembangan penanganan pasca tragedi kebakaran kapal motor (KM) Barcelona 5A yang terjadi di perairan Talise, Minggu 20 Juli 2025 kemarin.

Insiden nahas tersebut menelan tiga korban jiwa dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kabid Dokkes Polda Sulut, AKBP Tasrif, menyampaikan bahwa hingga saat ini telah terdata tiga korban meninggal dunia.

“Jenazah yang kami terima berjumlah tiga orang. Mereka tiba di Pos Morten sekitar pukul 19.00 WITA kemarin malam. Kami melakukan identifikasi sesuai protokol DVI,” jelas Tasrif dalam konferensi pers, Senin 21 Juli 2025 di RS Bhayangkara Manado.

Ketiga korban yang telah teridentifikasi adalah Asna Lapae (50), Zakaria Tindiuling (67), dan Juliana Gumulung (40), seluruhnya warga Kabupaten Talaud.

“Tim Dokkes hanya melakukan pemeriksaan luar, mencocokkan data dengan informasi keluarga. Kami tidak melakukan autopsi, sehingga penyebab kematian tidak dapat disimpulkan,” tambah AKBP Tasrif.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.

“Kapolda Sulut turut berbelasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami memastikan seluruh penumpang yang selamat mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Menurut Alamsyah, sebanyak 57 penumpang kini dirawat di berbagai rumah sakit akibat luka benturan, lecet, dan trauma.

Rinciannya :
10 pasien dirawat di RS Walanda Maramis
1 pasien di RS Tonsea Airmadidi
1 pasien di RS Lembean
15 pasien di RS Bhayangkara (1 dirujuk ke RS Prof Kandou)
13 pasien di RS ODSK
5 pasien di RS Siloam
4 pasien di RS Sentra Medika
4 pasien di RS MN
3 pasien di RS Awaloei
1 pasien di RS Kota Manado

Polda Sulut juga mendalami dugaan kelebihan kapasitas penumpang.

“Standar kapasitas KM Barcelona 5A itu harusnya 280 penumpang, tetapi data awal menunjukkan jumlah penumpang melebihi angka tersebut. Saat ini kami memeriksa nakhoda dan 13 anak buah kapal (ABK) terkait penyebab kebakaran dan dugaan pelanggaran lainnya,” tukas Kombes Alamsya. (Valentino)

No More Posts Available.

No more pages to load.