DPRD Sulut Rakor Bersama Provinsi, Gubernur Yulius: Pemangkasan TKD Momentum Sulut Mandiri Secara Fiskal

oleh -830 Dilihat
oleh

MANADONET.COM- Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara bersama Ketua Fransiscus Andi Silangen serta Wakil Ketua Michaela Paruntu, Royke Anter, dan Stela Runtuwene, menghadiri rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan perwakilan seluruh kabupaten/kota, Senin (29/9/2025).

Dalam rapat tersebut, Gubernur Sulut Yulius Selvanus menyoroti pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) tahun 2026 yang dinilai cukup signifikan di sejumlah wilayah. Pengurangan anggaran ini, menurutnya, berpotensi menghambat program pembangunan dan layanan publik yang selama ini sangat bergantung pada alokasi TKD.

Kegelisahan para kepala daerah, kata Yulius, merupakan respons wajar atas risiko defisit fiskal dan penyesuaian program yang harus dilakukan. Namun, ia menegaskan kondisi itu tidak perlu disikapi dengan kepanikan. “Tidak perlu bimbang. Tenang, saya punya solusinya,” ujarnya.

Yulius memaparkan dua pilar strategi utama untuk menghadapi tantangan fiskal. Pertama, optimalisasi sumber daya alam (SDA) lokal yang melimpah, mulai dari pertanian, perikanan, hingga sektor energi, untuk menopang kebutuhan fiskal daerah. Pemanfaatan kekayaan ini, lanjut dia, membutuhkan sinergi erat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

“Kolaborasi esensial untuk menciptakan rantai nilai yang efektif sekaligus memaksimalkan penerimaan daerah dari sektor-sektor potensial,” katanya.

Kedua, ia menegaskan komitmen melakukan advokasi eksternal dengan pemerintah pusat. Dalam waktu dekat, Gubernur Yulius berencana menemui Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan langsung kondisi daerah serta aspirasi para bupati dan wali kota terkait pemangkasan TKD.

Selain strategi fiskal, Yulius menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas publik. Ia meminta kepala daerah berani berbicara jujur kepada masyarakat mengenai kondisi keuangan daerah. “Harus berani bicara kepada masyarakat soal kondisi ini,” ujarnya.

Menurut Yulius, tantangan pemangkasan TKD 2026 harus dipandang sebagai momentum krusial untuk mentransformasi Sulut dari ketergantungan pada transfer pusat menjadi daerah yang mandiri secara fiskal dengan mengandalkan potensi lokal secara terencana dan sinergis. (rds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.