MANADONET.COM — Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara, Yongkie Limen, melayangkan kritik keras kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sulut dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Sulut, Selasa (30/9/2025).
Yongkie menilai dinas tersebut belum merealisasi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang merupakan hasil serap aspirasi masyarakat. Ia menyoroti alasan yang disampaikan Kepala Dinas Perkimtan saat pertemuan koordinasi sebelumnya.
“Waktu koordinasi secara pribadi dengan Kepala Dinas, dia katakan karena tim sukses. Ini kan tidak masuk di akal. Kami menjalankan amanah dari masyarakat,” ujar Yongkie.
Ia menegaskan DPRD seharusnya dihargai sebagai lembaga representasi rakyat. “Bapak lebih takut tim sukses daripada kami. Hargai dulu DPRD, kami yang bekerja untuk masyarakat,” kata politisi Partai Golkar itu.
Selain soal pokir, Yongkie juga mengkritisi penyajian laporan Dinas Perkimtan yang dinilainya tidak transparan. “Rincian pekerjaan yang disampaikan gelondongan. Mau periksa pekerjaan, tapi datanya gelondongan. PSU Rp 21 miliar, kerja apa itu? Harus ada rinciannya,” ungkapnya.
Yongkie menegaskan pihaknya akan membongkar berbagai permasalahan di Dinas Perkimtan bila pola kerja tertutup terus berlanjut. “Kalau ini terus tertutup, saya sendiri yang akan membongkar. Itu masukan kepada Bapak Gubernur, bahwa anak buah sekarang kerja begini. Data tidak jelas,” tukasnya.
RDP tersebut menjadi salah satu forum DPRD untuk mengevaluasi kinerja dinas teknis di lingkungan Pemprov Sulut, terutama terkait program infrastruktur permukiman dan pertanahan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. (rds)







