MANADONET.COM — Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sulawesi Utara periode 2025–2030 resmi dilantik.
Formasi baru yang disebut sebagai Segitiga Emas ini dipimpin oleh Ketua Emi V. M. Maturbongs, Sekretaris Herol Vresly Kaawoan, dan Bendahara Amelia Tungka.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya babak baru bagi organisasi yang memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan dan desa.
Tokoh muda Sulawesi Utara, Destian Daniel Karwur, menilai kepengurusan baru LPM Sulut membawa semangat baru dalam memperkuat konektivitas antara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Dilantiknya squad baru LPM Sulut menjadi angin segar bagi transformasi organisasi yang punya akar kuat di tingkat kelurahan maupun desa,” ujar Destian saat dimintai tanggapan, Sabtu (4/10/2025).
Destian, yang juga dikenal sebagai Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manado dan Ketua Angkatan 2015 Fakultas Hukum Unsrat, menggambarkan LPM sebagai jembatan emas yang menghubungkan kebutuhan rakyat dengan kebijakan pemerintah daerah.
Menurutnya, LPM memiliki posisi yang sangat penting dalam memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dan direspons secara efektif oleh pemerintah.
“Kenapa saya menyebutnya jembatan emas? Karena sejatinya, LPM berperan menjaga konektivitas antara kebutuhan rakyat dan kebijakan daerah. Jika input yang masuk baik, maka output-nya pasti positif,” kata Destian.
Ia menambahkan, kiprah LPM di Sulawesi Utara perlu terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan pembangunan yang kian kompleks, terutama dalam bidang pemberdayaan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Formasi kepengurusan 2025–2030 ini diharapkan mampu menerjemahkan semangat kolaboratif dalam kerja nyata di lapangan. Dengan latar belakang dan kapasitas masing-masing, Ketua Emi Maturbongs bersama Herol Vresly Kaawoan dan Amelia Tungka dinilai memiliki energi baru untuk menggerakkan potensi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
“LPM Sulut harus terus menjadi penggerak yang mampu menjembatani kebijakan dan aspirasi masyarakat secara konstruktif,” ujar Destian menutup pernyataannya. (rds/***)






