MANADONET.COM – Isu lingkungan kembali menjadi pusat perhatian ketika Tim Peneliti menggelar FGD di Sentra Hotel, menghadirkan Pemerintah Desa Sarawet, Pokdarwis, SMK Pariwisata Likupang, STP Sulawesi Utara, serta narasumber dari Dinas Pariwisata Minahasa Utara dan Apwisindo Sulawesi Utara. Tujuan utamanya jelas: merancang desa wisata yang ramah bumi.
Dalam diskusi yang menghadirkan nara sumber diantaranya Ferdy D. R Tulong, S.ST, Par dari Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Reinhard Samadi selaku Ketua Apwisindo Sulut), mengangkat persoalan sampah plastik menjadi sorotan utama. Ecobrik—botol plastik berisi sampah anorganik padat—dipandang sebagai solusi kreatif sekaligus alat edukasi masyarakat. Tim peneliti mengusulkan agar ecobrik tidak hanya dijadikan proyek lingkungan, tetapi juga dipadukan ke dalam produk wisata edukatif.
Konsep ecowisata juga menjadi bagian penting FGD. Para narasumber memaparkan bahwa wisata yang menjaga ekosistem, melibatkan masyarakat, dan memperkuat ekonomi lokal merupakan model yang paling relevan bagi wilayah pesisir seperti Sarawet.
Pelibatan sekolah pariwisata memberi perspektif baru, terutama terkait edukasi generasi muda. Para siswa dan mahasiswa dapat menjadi motor perubahan, baik dalam pengelolaan sampah maupun dalam pelayanan wisata berkelanjutan.
FGD menghasilkan sejumlah gagasan progresif, seperti pembuatan jalur trekking berbasis konservasi, pembangunan taman ecobrik, dan penyusunan paket wisata edukatif. Semua pihak sepakat bahwa Sarawet memiliki peluang besar untuk menjadi contoh desa yang memadukan pariwisata dan pelestarian lingkungan secara harmonis.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Ecobrik Politeknik Negeri Manado (POlimdo), Stevie Kaligis berharap hasil penelitian ini dapat memberi dampak ekonomi, sosial dan lingkungan.
“Ekonomi bisa menambah penghasilan masyarakat, secara sosial masyarakat sadar akan cara membuang sampah dengan benar, karena bisa bernilai ekonomi jika di manfaatkan daur ulang dan secara lingkungan bisa meningkatkan kebersihan dan keasrian lingkungan, tapi juga dengan ecobrik bisa menambah keindahan objek pariwisata yang berwawasan lingkungan yang hijau,” tukas Stevie Kaligis. (rds)






