MANADONET.COM- Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) membuka secara resmi Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) I Provinsi Sulut, di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Selasa, 18 November 2025.
Perayaan kudus ini dipimpin oleh Uskup Keuskupan Manado, Yang Mulia Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, sebagai selebran utama bersama para pastor konselebran.
Usai Perayaan Ekaristi, acara berlanjut dengan seremoni pembukaan yang ditandai pemukulan tetengkoren — simbol budaya Sulawesi Utara yang melambangkan persatuan dan panggilan kebersamaan.
Pemukulan tetengkoren dilakukan oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor J. Mailangkay, Sekum LP3KN sekaligus Direktur Urusan Agama Katolik Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI Salman Habeahan, Kakanwil Kemenag Sulut H. Ulyas Taha, serta Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam sambutan mengatakan, pesparani merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong kehidupan beragama yang rukun, harmonis, dan saling menghargai.
“Ajang ini memberi ruang bagi berbagai talenta seni gerejani untuk bertumbuh sekaligus memperkuat karakter masyarakat Sulawesi Utara yang dikenal religius dan toleran,” kata Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Menurut Gubernur Sulut Yulius Sevanus, pembukaan Pesparani I Sulut tidak hanya mencatat sejarah baru bagi provinsi ini, tetapi juga menegaskan kembali bahwa harmoni dan kolaborasi adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat.
“Melalui lantunan mazmur, paduan suara, dan doa bersama, Pesparani menghadirkan pesan bahwa iman dapat berjumpa dengan budaya, dan kebersamaan dapat menjadi rumah bagi semua,” ujar Gubernur Sulut Yulius Selvanus. (vln)







