MANADONET.COM — Gubernur Sulawesi Utara (SUlut) Yulius Selvanus menghadiri sekaligus meresmikan Kios Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Utara yang berlokasi di Pasar Bersehati Manado, Jumat (12/12/2025).
Peresmian ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulut dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Usai peresmian, Gubernur Sulut Yulius Slevanus langsung melanjutkan agenda dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke area pasar.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus turun langsung memantau harga serta ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional terbesar di Kota Manado tersebut, sekaligus menyapa para pedagang dan pembeli yang tengah beraktivitas.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulut Yulius Selvanus menegaskan bahwa Kios TPID berfungsi sebagai pusat kontrol informasi harga kebutuhan pokok, bukan sebagai alat penekan bagi pedagang. Keberadaan kios ini diharapkan mampu memberikan transparansi harga kepada masyarakat sekaligus mencegah praktik harga yang tidak wajar.
“Kios TPID ini bukan tempat untuk menakut-nakuti. Ini pusat kontrol harga. Masyarakat bisa datang untuk mengetahui harga minyak, bawang, beras, dan kebutuhan pokok lainnya, supaya tidak ada harga liar di pasaran,” tegas Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus mengungkapkan bahwa secara umum kondisi inflasi di Sulawesi Utara saat ini masih terkendali. Berdasarkan data terkini, inflasi year on year Sulut berada di angka 0,64 persen, sebuah capaian yang dinilai sangat baik. Meski demikian, ia mengingatkan adanya dinamika berbeda antara sektor pangan dan non-pangan.
“Sektor pangan memang mengalami deflasi, tetapi sektor non-pangan justru inflasinya cukup tinggi, hampir 10 persen di akhir tahun. Deflasi yang terlalu ekstrem juga berpotensi rawan, apalagi saat hasil panen sedang berkurang,” jelas Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya keagamaan dan pergantian tahun, Gubernur menilai peran Kios TPID menjadi semakin krusial. Informasi harga yang cepat dan akurat diharapkan mampu menekan spekulasi serta mencegah gejolak harga di pasar.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus juga mendorong agar Kios TPID tidak hanya beroperasi di Pasar Bersehati, tetapi diperluas ke daerah lain yang memiliki dinamika harga tinggi.
“Jangan hanya di sini. Perlu juga di titik-titik lain seperti Tondano dan Tomohon, yang pasarnya cukup dinamis dan fluktuasi harganya ekstrem,” ujar Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Terkait operasional, Gubernur Sulut Yulius Selvanus menekankan pentingnya pengawasan yang berkelanjutan. meminta agar Kios TPID aktif setiap hari tanpa jeda.
“Tidak boleh ada hari kosong. Kalau ada celah satu hari saja, tikus-tikus liar bisa masuk. Semua hari harus terisi agar pengawasan berjalan maksimal,” kata Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Saat melakukan sidak, Gubernur Sulut Yulius Selvaus mengecek langsung harga sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya.
Kehadiran orang nomor satu di Sulut itu disambut antusias oleh masyarakat dan pedagang, yang berharap stabilitas harga dapat terus terjaga.
Melalui peluncuran Kios TPID dan pemantauan langsung di lapangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan stok, serta kelancaran distribusi barang menjelang Natal dan Tahun Baru, demi memastikan masyarakat dapat berbelanja dengan aman dan nyaman. (vln)







