Hadiri SMST ke-38 GMIM, Gubernur Sulut Yulius Selvanus Tekankan Peran Gereja Hadapi Tantangan Zaman

oleh -1263 Dilihat
oleh

MANADONET.COM- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menghadiri Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-38 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Tahun 2025 yang digelar di GMIM Inspirasi Tomohon, Selasa (16/12/2025). Kehadiran orang nomor satu di Sulut tersebut menegaskan eratnya hubungan kemitraan antara pemerintah daerah dan institusi keagamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Dalam agenda gerejawi strategis tersebut, Gubernur YSK didampingi Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Langie serta Ketua Komisi I DPRD Sulut Bryan Waworuntu. Sidang tahunan GMIM ini diikuti sekitar 360 peserta yang merupakan perwakilan wilayah pelayanan GMIM se-Sulawesi Utara.

SMST ke-38 GMIM menjadi forum penting untuk melakukan evaluasi pelayanan, refleksi iman, serta penetapan arah kebijakan gereja di tengah dinamika sosial, budaya, dan teknologi yang terus berkembang. Forum ini juga menjadi ruang diskusi strategis bagi GMIM dalam menjawab tantangan umat di era modern.

Dalam sambutannya, Gubernur YSK menyampaikan sikap rendah hati saat berdiri di hadapan para pendeta, rohaniawan, dan pimpinan sinode GMIM. Ia mengaku merasa kecil berada di tengah para pelayan gereja yang menurutnya memiliki peran besar dalam membentuk iman dan karakter umat.

“Saya merasa seperti guru sekolah minggu di hadapan para pendeta dan pejabat sinode. Kalau terlihat agak gugup, itu karena rasa hormat saya yang besar,” ujar YSK yang disambut senyum dan kehangatan peserta sidang.

Gubernur menegaskan bahwa GMIM menghadapi tantangan yang tidak ringan. Perubahan zaman yang cepat, tekanan global, dinamika sosial-ekonomi, serta kemajuan teknologi telah memengaruhi pola hidup dan cara berpikir masyarakat. Di sisi lain, persoalan sosial, kemanusiaan, serta tantangan moral dan spiritual kian kompleks.

Dalam konteks tersebut, YSK menilai peran GMIM semakin strategis. Gereja tidak hanya berfungsi sebagai institusi keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan sosial yang hadir di tengah masyarakat.

“GMIM harus terus menjadi garam dan terang, mendampingi umat untuk memperkuat iman, membangun karakter, menjaga toleransi, kebersamaan, dan kasih, serta berkontribusi nyata dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan di Sulawesi Utara,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjut YSK, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi GMIM yang selama ini konsisten menjadi mitra strategis pemerintah. Peran tersebut terlihat dalam pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.

YSK menyebut SMST ke-38 GMIM sebagai momentum penting untuk melakukan evaluasi secara jujur dan menyusun langkah pelayanan yang lebih relevan dan berdampak. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dalam sidang ini lahir dari hikmat Tuhan serta menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat luas.

Dalam suasana Minggu-Minggu Advent, Gubernur juga mengajak seluruh jemaat GMIM memaknai Natal secara lebih mendalam, bukan hanya sebagai perayaan seremonial, tetapi sebagai panggilan untuk menghadirkan kasih, damai sejahtera, kerendahan hati, dan pengharapan di tengah kehidupan.

Menutup sambutannya, Gubernur YSK mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana alam akibat intensitas hujan yang tinggi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. Ia mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah demi keselamatan bersama.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, begitu pula gereja. Sinergi, doa, dan kerja bersama adalah kekuatan besar untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (vln)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.