Gubernur Sulut Yulius Selvanus Kirim Bantuan Lengkap ke Korban Banjir Bandang di Siau

oleh -1140 Dilihat
oleh

MANADONET.COM- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bergerak cepat merespons bencana banjir bandang yang melanda wilayah Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, pada Senin (5/1/2026).

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus secara langsung memerintahkan langkah untuk secepatnya memberikan bantuan ke masyarakat yang terdampak.

‎“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak. Kami sangat prihatin atas peristiwa ini,” ujar Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Senin, 5 Januari 2026.

‎Gubernur Sulut Yulius Selvanus menegaskan, kehadiran pemerintah provinsi tidak hanya sebatas pernyataan empati, tetapi diwujudkan melalui dukungan nyata di lapangan. Gubernur memastikan seluruh perangkat daerah terkait segera dikerahkan untuk membantu penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana.

“Pemprov Sulut akan hadir sepenuhnya. Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sitaro, TNI, Polri, dan instansi terkait terus dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan penanganan berlangsung cepat,” tegas Gubernur Sulut Yulius Selvanus.

‎Sebagai bentuk respons konkret, Gubernur Sulut Yulius Selvanus memerintahkan pengiriman bantuan berupa alat berat untuk membuka akses wilayah terdampak, logistik pangan, kasur, pakaian layak pakai, serta kebutuhan khusus bagi bayi dan lansia.

Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat bencana.

Banjir bandang tersebut dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama kurang lebih lima jam tanpa henti. Aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dari hulu dan menerjang permukiman warga, khususnya di Kecamatan Siau Timur.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, serta Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili. Selain menimbulkan kerusakan rumah dan fasilitas umum, bencana ini juga menelan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah warga hilang serta luka-luka.

‎Berdasarkan data sementara, tercatat 11 orang meninggal dunia, 4 orang dilaporkan hilang, dan 18 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, dua korban luka berat direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.

Saat ini, upaya pencarian korban hilang dan penanganan korban luka terus dilakukan oleh tim gabungan Pemerintah Kabupaten Sitaro, TNI, Polri, serta relawan dan masyarakat setempat.

Untuk mempercepat penanganan dan pemulihan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar distribusi bantuan serta percepatan rehabilitasi wilayah terdampak.

‎Gubernur Sulut Yulius Selvanus  juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses evakuasi dan pemulihan dapat berjalan optimal. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.