Gubernur Sulut Yulius Selvanus Tegaskan K3 Bukan Sekadar Aturan, Tapi Nilai Fundamental

oleh -648 Dilihat
oleh

MANADONET.COM- Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memimpin langsung upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 yang dipusatkan di Kota Bitung, Rabu (25/2/2026).

Dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, peringatan ini menjadi momentum penting memperkuat sistem perlindungan bagi 146,54 juta pekerja di Indonesia.

Dalam sambutan Menteri Ketenagakerjaan RI yang dibacakannya, Gubernur Yulius mengungkapkan data mencengangkan: sebanyak 319.224 kasus kecelakaan kerja tercatat sepanjang tahun 2024. Angka tersebut, menurutnya, menjadi peringatan keras bahwa masih ada celah dalam sistem pengawasan dan budaya kerja nasional.

“Setiap kecelakaan adalah alarm. Artinya ada sistem yang harus diperbaiki, ada budaya kerja yang harus diperkuat,” tegasnya di hadapan peserta upacara.

Dalam arahannya, Gubernur memaparkan empat fokus utama agenda K3 tahun 2026:

1. Transformasi Digital
Optimalisasi aplikasi Teman K3 dan kanal Lapor Menaker guna menghadirkan pelayanan yang transparan, cepat, dan berbasis teknologi.

2. Penguatan SMK3
Perusahaan didorong menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sebagai standar mitigasi risiko yang sistematis dan terukur.

3. Budaya Kolaboratif
Peran Dewan K3 Provinsi (DK3P) diperkuat, termasuk pelibatan serikat pekerja sebagai relawan pengawas dalam membangun budaya keselamatan.

4. Profesionalisme dan Integritas
Pelayanan K3 harus berbasis data, akuntabel, dan berintegritas, dengan sanksi tegas bagi pelanggar pakta integritas.

Yulius menekankan bahwa keselamatan dan produktivitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru, keduanya harus berjalan beriringan demi meningkatkan daya saing nasional di tengah derasnya arus digitalisasi industri.

“K3 bukan sekadar kewajiban regulatif, tapi sebuah nilai. Setiap pekerja berhak pulang dengan selamat,” tandasnya.

Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 ini juga dihadiri para bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara, unsur Forkopimda, serta perwakilan dunia usaha dan serikat pekerja. Momentum ini diharapkan menjadi penguatan komitmen bersama membangun sumber daya manusia yang sehat, aman, dan produktif. (rds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.