Anggota DPRD Sulut Ini Ingatkan Potensi Kemacetan dan Kecelakaan Saat Mudik Lebaran

oleh -740 Dilihat
oleh
Anggota DPRD Sulut Amir Liputo. (istimewa)

MANADONET.COM- Arus mudik Lebaran setiap tahun selalu menjadi perhatian serius pemerintah karena kerap diwarnai kepadatan lalu lintas serta meningkatnya angka kecelakaan di berbagai jalur transportasi.

Persoalan klasik ini dinilai tidak hanya dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur, pengawasan selama masa mudik, hingga kelayakan kendaraan serta kondisi para pengendara.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara Amir Liputo menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini melalui kolaborasi lintas instansi.

Menurutnya, Dinas Perhubungan perlu memperkuat koordinasi teknis dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun pemerintah pusat.

“Koordinasi harus melibatkan semua pihak, tidak hanya lintas vertikal antarprovinsi, tetapi juga antara provinsi dengan kabupaten/kota serta dengan pemerintah pusat,” ujar Amir kepada wartawan.

Legislator dari Daerah Pemilihan Kota Manado itu menilai kesiapan infrastruktur tidak boleh dipandang sebagai agenda rutin tahunan semata.

Ia mengingatkan pengalaman arus mudik tahun sebelumnya yang diwarnai kemacetan panjang di sejumlah jalur strategis. Kondisi tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari infrastruktur yang belum memadai, termasuk jembatan, hingga meningkatnya kecelakaan akibat kelelahan pengendara dan kondisi jalan yang kurang optimal.

“Tahun ini hal seperti itu tidak boleh terulang,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Selain jalur darat, Amir juga menyoroti kesiapan sektor transportasi laut dan udara yang dinilai sama pentingnya dalam mendukung kelancaran arus mudik.

Ia meminta pemerintah memastikan kesiapan pelabuhan utama, pelabuhan penyeberangan, serta bandara agar tidak terjadi penumpukan penumpang menjelang puncak arus mudik.

Selain itu, pengawasan terhadap harga tiket juga perlu diperketat untuk mencegah terjadinya lonjakan harga akibat permainan pihak-pihak tertentu.

Di sisi lain, Amir menilai pengamanan arus mudik tidak hanya cukup melalui pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check semata.

Ia mengusulkan agar aspek kesehatan pengemudi juga menjadi perhatian serius, termasuk kemungkinan dilakukan pemeriksaan kesehatan di sejumlah titik perjalanan.

Bahkan, menurutnya, tes urine oleh Dinas Perhubungan dapat dipertimbangkan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima saat mengangkut penumpang.

“Kesiapan armada, fasilitas transportasi, serta kondisi pengemudi harus menjadi perhatian utama agar perjalanan masyarakat selama mudik tetap aman,” katanya.

Amir juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengamanan arus mudik tidak hanya bergantung pada pemerintah dan aparat, tetapi juga pada kesadaran masyarakat.

“Di sisi lain, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan selama perjalanan. Itu akan menjadi kunci agar arus mudik berjalan aman dan lancar,” tutupnya. (rds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.