Renungan Harian Keluarga 19 Maret 2026: Yesus Kristus Berdoa Lagi

oleh -1849 Dilihat
oleh
Renungan Harian Keluarga 19 Maret 2026: Yesus Kristus Berdoa Lagi

MANADONET.COM- Renungan Harian Keluarga (RHK) Kamis, 19 Maret 2026 mengangkat bacaan Injil Markus 14:39-40 yang menggambarkan Yesus Kristus kembali berdoa dengan penuh kesungguhan di tengah pergumulan-Nya.

Perikop ini menampilkan keteladanan Yesus dalam menjaga relasi dengan Allah melalui doa, meskipun para murid kembali tertidur dan tidak mampu berjaga.

Pesan reflektif ini menjadi pengingat bagi setiap keluarga untuk tetap setia dalam doa, terutama saat menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehari-hari.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus

Momen Yesus Kristus berdoa lagi terjadi setelah untuk kedua kalinya Dia berdoa. Rupanya ada yang belum tuntas dalam doa kontemplasi-Nya (perenungan yang dalam dan sangat fokus/khusuk yang dilakukan-Nya dalam doa).

Bisa juga karena perasaan mencekam yang membuat-Nya takut dan gentar belum sepenuhnya pudar. Markus mencatat, bahwa Yesus kembali berdoa dan mengucapkan doa yang itu juga (37).

Kesan kuat yang kita dapati dari situasi Yesus Kristus demikian, yakni kemanusiaan-Nya mengalami fluktuasi (situasi naik turun).

Sesuatu yang sangat alami terjadi pada manusia, karena tidak bisa memperediksi (memperkirakan dengan pasti), menerima atau menegasi (menyangkal/menolak) apa yang akan terjadi padanya.
Perasaan Tuhan Kristus yang sedang tegang dan tidak biasanya menjadi penyebab dari fluktuasi emosi yang dialami-Nya. Ketika Dia bisa mengatasi ketegangan batinnya, Dia menjadi tenang dan kembali memeriksa ketiga murid-Nya. Sebaliknya, ketika Dia kembali merasakan suasana batin mencekam, Dia kembali berdoa.

Yang menarik dari situasi fluktuasi emosi yang Yesus Kristus alami adalah Dia tetap konsisten dengan apa yang didoakan-Nya, “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi–Mu, ambillah cawan ini dari pada–Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.

Kendati Yesus Kristus menjalani dan meresapi keterbatasan dan kerapuhan atau kerentanan (brittle/fragile) sebagai manusia. Namun Ia selalu setia pada agenda keselamatan yang dikerjakan-Nya. Dia menjalani sepenuhnya jalan kemesiasan-Nya sebagai Mesias yang menderita.

Di sisi lain, tindakan Yesus Kristus menegaskan tentang kepedulian yang tinggi terhadap spiritualitas para murid. Suasana batin yang mencekam menjelang saat Dia akan menjalani penderitaan-Nya,

tidak menjadi alasan bagi-Nya untuk hanya terpusat pada diri dan mengabaikan spiritualitas para murid. Karenanya, berulang-ulang Dia melihat apakah mereka tetap terjaga dan berdoa.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus

Dalam penghayatan di minggu sengsara Yesus Kristus yang ke IV, kiranya cara dan doa Yesus Kristus, terus menginspirasi kita, bahwa ketika berdoa maka sampaikanlah doa tersebut berulang-ulang.

Doa yang sama yang diulang-ulang, selain semakin meyakinkan kesungguhan kita dalam berdoa, juga mempertegas konsistensi keberimanan kita bahwa Tuhan Allah sedang, selalu dan akan mendengar setiap doa.

Karena itu, kita didorong untuk selalu peka merasakan suasana persekutuan jemaat, keluarga dan masyarakat, sehingga kita tanggap dan kreatif dalam memberikan dukungan yang dibutuhkan.
Pergumulan, tantangan, suasana batin yang terganggu tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan orang lain dalam persekutuan jemaat, keluarga dan masyarakat. Tetaplah doakan berulang-ulang apa yang kita yakini dan butuhkan. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, dampingilah kami terus dalam menjalani hari-hari anugerah-Mu, agar dalam situasi hidup yang naik-turun, kami tetap dapat menghasilkan banyak perbuatan baik yang menjadi berkat bagi diri sendiri, keluarga, jemaat dan masyarakat, dalam nama Yesus Kristus, Amin

valentino warouw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.