Renungan Harian Keluarga 21 Maret 2026: Bangunlah, Mari Kita Pergi

oleh -982 Dilihat
oleh
Renungan Harian Keluarga 21 Maret 2026: Bangunlah, Mari Kita Pergi

MANADONET.COM- Renungan Harian Keluarga (RHK) Sabtu, 21 Maret 2026 mengangkat bacaan Alkitab Markus 14:42, dengan judul RHK “Bangunlah, Mari Kita Pergi,”

Ini menjadi ajakan tegas bagi setiap orang percaya untuk tidak terus terjebak dalam kelelahan rohani maupun ketakutan hidup.

Dalam situasi genting menjelang penangkapan-Nya, Yesus justru mengajak murid-murid untuk bangkit dan menghadapi kenyataan dengan penuh keberanian serta ketaatan kepada kehendak Allah.

Firman ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap pergumulan, Tuhan memanggil kita untuk tidak menyerah, melainkan berdiri teguh dan melangkah maju dalam iman.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus

Kisah Yesus Kristus di taman Getsemani yang diawali dengan situasi batin-Nya yang mencekam, seperti mau mati rasanya, ditutup dengan keberanian-Nya menyongsong ‘dia yang menyerahkan Aku.’ Doa yang Yesus Kristus ucapkan agar kehendak Bapa yang jadi bukan kehendak-Nya, dikonkritkan di ayat terakhir perikop ini.

Ajakan untuk bangun dan bersiap pergi, kita membayangkan bahwa ada jeda yang cukup yang diberi-Nya bagi para murid. Karena itu, ketika Yesus Kristus membangunkan mereka, kata bangunlah (egeiresthe) menunjuk pada seruan perintah yang disampaikan-Nya dengan tegas, bahwa para murid harus segera bangun.

Seruan Yesus Kristus yang tegas, pasti menimbulkan keheranan di kalangan para murid, karena sebelum mereka tertidur, Dia sedang berada dalam situasi tegang dan seperti kehilangan keberanian diri. Kini mereka melihat sosok Yesus Kristus yang berbeda yang siap menghadapi ‘dia yang akan menyerahkan–Nya.’

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Kisah ini menjadi bagian refleksi kita dalam penghayatan minggu sengsara ke IV, bahwa penghayatan sengasara Yesus Kristus tidak hanya dalam ibadah, tetapi harus terwujud dalam kesigapan kita mendengar seruan Tuhan Allah.

Hal ini tidaklah mudah dilakukan di era sekarang ini. Karena seringkali kecanggihan AI (Artificial Intellegence) mengalihkan diri kita dari berbagai hal, terutama dari suara Tuhan Allah. Kadangkala ketegasan suara Tuhan Allah yang membangunkan kita dari keberimanan yang suam-suam kuku,

dari pemberian diri yang setengah hati bagi persekutuan jemaat dan keluarga, dari keengganan menjadikan keluarga kita sebagai sarana berkat-Nya, teralihkan oleh berbagai aplikasi tersebut. Lebih memiriskan lagi, ketika sebagai orangtua tidak terus meningkatkan kualitas (mengupgrade) diri demi anak-anak.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Sebagai keluarga Kristen, orangtua pada gilirannya memasrahkan kehausan anak-anak akan hikmat, kenikmatan dan pengetahuan pada informasi yang bersumber dari Google AI, Chat GPT, Chatbot, Tome AI, dll).

Kita menyerah pada kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan mengabaikan hal-hal penting yang kita miliki, yakni keterikatan batin dan emosional dengan anak-anak, pengalaman hidup bersama mereka, jatuh bangun perjuangan orangtua yang terus ditolong oleh Tuhan.

Pengalaman-pengalaman yang sebenarnya dapat terus menjadi sumber hikmat dan pengetahuan bagi anak-anak untuk bertahan menghadapi tantangan dunia dan tetap beriman kepada-Nya, hal yang tidak dapat diberikan oleh kecerdasan buatan (AI). Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, dalam dunia yang terus berubah dengan cepat dan kadangkala perhatian kami, sebagai orangtua dan anak-anak teralihkan dari pada-Mu.

Kiranya iman yang Engkau anugerahkan pada kami menolong untuk mampu bertahan dan berkomitmen menjadikan keluarga dan gereja-Mu sebagai sumber hikmat dan pengetahuan; sebagai rumah kemurahan-Mu bagi semua anggota keluarga, dalam nama Yesus Kristus, Amin

valentino warouw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.