MANADONET.COM- Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar di GMIM Zebaoth Kairagi Dua Manado menghadirkan pembelajaran yang inspiratif sekaligus aplikatif bagi warga jemaat.
Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi Jemaat Melalui Pelatihan UMKM Kerajinan Merangkai Bunga dan Akuntansi” sebagai upaya nyata mendorong kemandirian ekonomi berbasis jemaat.
Ketua Jemaat, Pdt. Anneke Like Pongoh, S.Th., menyatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan jemaat saat ini.
“Kami menyambut baik pelatihan ini karena mampu memberikan keterampilan praktis sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga gereja,” ujarnya.
Elisabeth D. Malonda, SE., MAP menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi jemaat perlu dilakukan secara kontekstual dan berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap jemaat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri,” katanya.
Sementara itu, Dra. Harty U.H.L. Koagouw, M.Hum menyoroti nilai ekonomi dari keterampilan merangkai bunga. “Kreativitas dalam merangkai bunga bukan hanya seni, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi jika dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Dari sisi pengelolaan usaha, Fanesa I.M. Syaefudin, M.Acc menekankan pentingnya pencatatan keuangan sederhana.
“Pencatatan yang baik menjadi fondasi utama dalam membangun usaha yang sehat,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Decire D. Wagiu, SS., M.Hum yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk pemberdayaan yang mengintegrasikan aspek budaya, kreativitas, dan ekonomi.
Roslina H.S.D. Limpeleh, SE., M.Si menambahkan bahwa pelaku UMKM perlu memiliki kemampuan manajerial agar mampu bertahan dalam persaingan. Dra. Anneke M. Kaunang, M.Pd juga menyebut bahwa kegiatan ini tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi turut membangun kepercayaan diri jemaat dalam berwirausaha.
Sicilia S. Panelewen, SE., MM menilai pelatihan ini membuka perspektif baru bagi peserta.
“Usaha kecil bisa menjadi peluang besar jika dikelola secara profesional,” ujarnya. Wenny A. Ginting, SE., M.Si turut menekankan pentingnya disiplin dalam perencanaan dan evaluasi usaha.
Di sisi lain, Lidya A. Maramis, SE., MSA., Ak., CA menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas keuangan dalam usaha. Hal ini diperkuat oleh Heidy Pesik, SE., MSA yang menyatakan bahwa pemahaman akuntansi membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan yang tepat.
Opa Mustofa, SE., M.Si menyebut kegiatan ini sebagai sarana penguatan kapasitas masyarakat yang sangat relevan, sementara Ventje F. Aror, ST., MT menekankan pentingnya inovasi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Para peserta mengaku mendapatkan manfaat langsung dari pelatihan ini, baik dari sisi keterampilan merangkai bunga maupun pemahaman pengelolaan usaha yang lebih sistematis. Antusiasme yang tinggi sepanjang kegiatan menjadi indikator keberhasilan program tersebut.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong tumbuhnya UMKM jemaat yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing. Sinergi antara akademisi dan masyarakat pun dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. (***)
Chris







