MANADONET.COM – Civitas Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado kirim surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknolgi Profesor Brian Yuliarto, Kamis (13/3/2026).
Surat terbuka tersebut terkait belum dilantiknya Dr. Sintya Umboh sebagai Dekan Fapet Unsrat yang terpilih pada Desember 2025 lalu.
Berikut kutipan surat terbuka tersebut.
“Yang Terhormat ,
1.Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto
2.Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknolgi Profesor Brian Yuliarto
Melalui Surat Terbuka ini, Kami CIVITAS Universitas Sam Ratulangi Manado Menyampaikan PETISI BUAH NONA terkait Tidak di Lantik Dr.Sintya Umboh S.Pt. M.Si Dekan Fakultas Terpilih Secara Resmi Berdasarkan Peraturan, Statuta Unsrat dan Tata Cara Pemilihan , di Karenakan Ada INTERVENSI dari PIHAK TERTENTU.
Hal tersebut jelas dan nyata adalah bentuk kriminalisasi dan menciderai Dunia Pendidikan di Indonesia Khususnya Universitas Sam Ratulangi.
Maka Kami Mendesak Pada Rektor Universitas Sam Ratulangi Profesor Berty Sompie Untuk Segera Melantik Dr.Sintya Umboh, S.Pt.M.Si Sebagai Dekan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado.
Demikian Surat Terbuka ini Kami Sampaikan.
MOHON BANTUAN PRESIDEN REPULIK INDONESIA PRABOWO SUBIANTO DAN MENRISTEKSAINTEK PROFESOR BRIAN YULIARTO
Manado 13 Maret 2026.”
Sekadar diketahui, Dr. Sintya JK Umboh resmi terpilih sebagai Dekan Fakultas Peternakan untuk periode 2026-2030 dalam pemilihan yang berlangsung pada Rabu (10/12/2025).
Kemenangan Dr. Sintya Umboh terbilang dominan dan mencetak sejarah baru dalam proses pemilihan dekan di fakultas tersebut.
Di mana Dr. Sintya Umboh meraup 27 suara yang disebut-sebut mencetak rekor baru di Fapet Unsrat.
”Sepanjang sejarah proses pemilihan Dekan Fapet Unsrat, baru kali ini ada perolehan suara calon dekan yang sangat fantastis, mengalahkan dua calon lainnya dengan selisih yang begitu jauh,” ungkap salah satu dosen senior Fapet Unsrat.
Namun sayangnya, Dr. Sintya Umboh batal dilantik serta tidak menerima undangan dalam pelantikan Dekan Unsrat yang digelar Rabu, 25 Februari lalu. Malahan informasi yang beredar, Dr. Sintya Umboh diminta menandatangani surat pengunduran diri.
Hal ini menimbulkan kekecewaan berat Civitas Fapet Unsrat.
Beberapa spekulasi mencuat. Desas desus yang berhembus kencang, batal dilantiknya Dr. Sintya Umboh diduga karena ada intervensi dari oknum Staf Khusus Gubernur Sulut kepada Rektor Unsrat.
Oknum tersebut menginginkan agar kerabatnya yang menjadi Dekan Fapet Unsrat untuk periode saat ini. Padahal, dalam penjaringan tiga besar bakal calon dekan saja kerabat yang dimaksud tidak lolos. (kit/*)







