MANADONET.COM- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan reses masa persidangan kedua tahun 2026 yang berlangsung pada 28 hingga 31 Maret 2026.
Kegiatan reses DPRD Sulut ini menjadi momentum penting bagi para wakil rakyat untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen, menegaskan bahwa agenda reses telah dijadwalkan secara resmi sesuai kalender kerja lembaga legislatif tersebut.
Dalam kegiatan reses tersebut, Inggried Sondakh menegaskan bahwa reses DPRD bukan sekadar agenda rutin menyerap aspirasi, tetapi juga menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, khususnya konstituen di Kalasey Satu yang merupakan salah satu basis dukungan terbesarnya.
“Dalam setiap reses, saya tidak hanya mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga menyampaikan apa saja yang telah saya perjuangkan,” ujar Sondakh.
Ia menjelaskan, pelaksanaan reses masa persidangan ini dilakukan di empat titik berbeda. Setelah Kalasey Satu, agenda reses berikutnya dijadwalkan berlangsung di wilayah Langowan dalam beberapa hari ke depan selama masa reses masih berjalan.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai legislator DPRD Sulut, Inggried mengaku fokus memperjuangkan penguatan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, ia mendorong berbagai program pemerintah yang dapat diakses masyarakat.

Program-program tersebut melibatkan sejumlah instansi seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Peternakan, hingga Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Menurutnya, program lintas sektor tersebut sangat penting karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, khususnya di Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon.
Meski demikian, Sondakh mengakui adanya keterbatasan dalam menjangkau seluruh wilayah secara bersamaan, mengingat banyaknya jumlah desa di daerah pemilihannya. Oleh karena itu, kegiatan reses dilakukan secara bertahap agar seluruh aspirasi masyarakat tetap dapat terakomodasi.
Menariknya, dalam setiap kegiatan reses, Inggried juga memadukan tugas politik dengan pelayanan spiritual. Sebagai penatua gereja, ia mengawali sejumlah agenda reses dengan ibadah bersama masyarakat.
“Sebagai penatua, saya merasa terpanggil untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pendekatan tersebut, Inggried Sondakh berharap program-program pemerintah yang diperjuangkannya di DPRD Sulut dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Sulawesi Utara. (***)
valentino warouw









