MANADONET.COM- Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Pierre Makisanti, menghadirkan cara unik dalam menyerap aspirasi masyarakat pada agenda reses Masa Persidangan 2026. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memilih turun langsung ke Pasar Tondano untuk bertemu warga dan para pedagang.
Langkah ini dinilai lebih efektif karena pasar menjadi titik berkumpulnya masyarakat dari berbagai wilayah. Dalam kegiatan tersebut, Pierre Makisanti berdialog langsung dengan warga, mendengarkan berbagai keluhan dan kebutuhan yang disampaikan secara spontan.
“Hari ini saya turun reses untuk menyerap aspirasi masyarakat. Saya memilih Pasar Tondano karena di sini banyak orang berkumpul, sehingga saya bisa lebih banyak mendengar langsung aspirasi masyarakat,” ujar Makisanti.
Ia menambahkan, metode reses di pasar memungkinkan dirinya menjaring aspirasi dari lebih banyak wilayah dibandingkan metode konvensional yang biasanya hanya terfokus pada satu desa atau kelurahan.
“Kalau di satu desa biasanya hanya satu wilayah, tapi di Pasar Tondano saya bisa mendengar aspirasi dari puluhan desa dan kelurahan di Minahasa,” jelasnya.
Dalam reses DPRD Sulut 2026 ini, sejumlah isu penting mencuat, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan kebutuhan sosial masyarakat. Aspirasi yang diterima antara lain perbaikan jalan provinsi dan jalan desa, bantuan untuk kelompok tani dan peternak, penerangan jalan di sejumlah desa, penyediaan air bersih, pembangunan talud di wilayah pesisir Tondano Pantai, hingga bantuan peralatan bagi tukang kayu.
Menanggapi hal tersebut, Makisanti menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat yang telah disampaikan. Menurutnya, semua usulan tersebut bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan keselamatan masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, semua aspirasi pasti akan saya perjuangkan agar bisa terealisasi. Karena apa yang disampaikan masyarakat ini demi kesejahteraan dan keselamatan bersama,” tegasnya.
Metode reses langsung di pusat aktivitas publik seperti pasar ini menjadi pendekatan baru yang dinilai efektif dalam menjaring aspirasi secara luas dan cepat. Hal ini sekaligus mempertegas peran DPRD Sulut sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam mendorong pembangunan yang merata di daerah. (***)
Valentino Warouw








