MANADONET.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Eugenie Mantiri, melaksanakan kegiatan reses di daerah pemilihan Kota Bitung guna menyerap langsung aspirasi masyarakat. Kegiatan ini menjadi upaya untuk mengetahui kebutuhan riil warga demi menunjang aktivitas sehari-hari dan mendorong peningkatan kesejahteraan.
Dalam agenda reses DPRD Sulut 2026 tersebut, Eugenie Mantiri mengunjungi sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Girian Indah pada Sabtu (28/3/2026) dan Kelurahan Wangurer pada Minggu (29/3/2026). Di dua lokasi ini, berbagai persoalan infrastruktur dan pelayanan publik mencuat sebagai keluhan utama masyarakat.
Di Kelurahan Girian Indah, warga mengeluhkan kondisi jalan di sekitar Masjid Raudatul Jannah serta jalan lingkungan yang dinilai rusak dan membahayakan pengguna. Selain itu, persoalan saluran air di lingkungan V RT 3 serta lampu penerangan jalan juga menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.
Sementara itu, di Kelurahan Wangurer, masyarakat menyampaikan kebutuhan perbaikan jalan menuju fasilitas ibadah, baik masjid maupun gereja, yang belum diaspal, khususnya di RT 10 dan RT 11. Warga juga meminta perbaikan Jalan Sarundajang serta penanganan drainase yang dinilai belum optimal.
Tak hanya itu, aspirasi lain yang disampaikan mencakup permintaan tempat pembuangan sampah di RT 13, penebangan pohon yang dinilai berisiko, hingga kebutuhan wadah kreativitas bagi generasi muda untuk mencegah kenakalan remaja. Bantuan bagi lansia juga menjadi perhatian masyarakat dalam pertemuan tersebut.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Eugenie Mantiri yang merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan bahwa seluruh masukan telah dicatat dan akan diperjuangkan sesuai skala prioritas.
“Aspirasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bitung akan kami koordinasikan, dan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulut akan kami perjuangkan melalui DPRD,” ujarnya.
Sebagai personel Komisi I DPRD Sulut, ia juga meminta masyarakat untuk bersabar dalam proses realisasi, mengingat setiap usulan membutuhkan tahapan dan penyesuaian dengan kemampuan anggaran daerah.
“Semua keluhan bapak dan ibu akan saya masukkan dalam Pokok Pikiran DPRD dan akan terus saya perjuangkan sampai terealisasi. Mohon bersabar karena ini membutuhkan proses,” tambahnya.
Kegiatan reses ini kembali menegaskan pentingnya peran DPRD sebagai jembatan aspirasi masyarakat, khususnya dalam mendorong perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup warga di Kota Bitung. (***)









